<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DigitalMind</title>
	<atom:link href="http://blog.novanadrian.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.novanadrian.com</link>
	<description>Personal stuffs of Novan Adrian</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Jan 2012 03:00:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Apple in My Life</title>
		<link>http://blog.novanadrian.com/apple-in-my-life/</link>
		<comments>http://blog.novanadrian.com/apple-in-my-life/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 03:00:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Novan Adrian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[apple]]></category>
		<category><![CDATA[comparison]]></category>
		<category><![CDATA[mac]]></category>
		<category><![CDATA[macbook]]></category>
		<category><![CDATA[os x]]></category>
		<category><![CDATA[pc]]></category>
		<category><![CDATA[switcher]]></category>
		<category><![CDATA[unibody]]></category>
		<category><![CDATA[windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.novanadrian.com/?p=171</guid>
		<description><![CDATA[Gue bukan Apple Fanboy dan gue juga tidak membenci PC walaupun udah 3 tahun belakangan ini gue nyaris ga pernah menggunakan PC, tapi 3 bulan belakangan ini gue menggunakan PC untuk membagi fokus pekerjaan, berhubung tempat gue bekerja sekarang menyediakan PC buat gue dan rasanya sayang aja kalo ga di manfaatkan. Dan inilah pengalaman gue [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><img class="aligncenter no-border" title="Apple Inc" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/9/9f/Apple-logo.svg/200px-Apple-logo.svg.png" alt="" width="120" height="147" />Gue bukan Apple Fanboy dan gue juga tidak membenci PC walaupun udah 3 tahun belakangan ini gue nyaris ga pernah menggunakan PC, tapi 3 bulan belakangan ini gue menggunakan PC untuk membagi fokus pekerjaan, berhubung tempat gue bekerja sekarang menyediakan PC buat gue dan rasanya sayang aja kalo ga di manfaatkan.</p>
<p style="text-align: left;">Dan inilah pengalaman gue sebagai pengguna PC yang beralih ke Mac.</p>
<p><span id="more-171"></span></p>
<p>Gue mengenal komputer sejak tahun 1990 dan PC pertama gue adalah komputer Acer dengan processor 286 dengan harddisk 60Mb dan memory 128kb. Dan gue udah merasakan transformasi sistem operasi PC mulai dari MS-DOS 3.3 hingga yang terakhir gue gunakan sekarang, Win7.</p>
<p>Sekitar awal tahun 2000-an gue mulai mengenal Apple dari internet dan temen kampus. Produk Apple yang pertama kali gue liat adalah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/IMac" target="_blank">iMac</a> G3 dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/IBook" target="_blank">iBook</a> G3 (ClamShell) yang bentuknya bulet dan imut itu. Sepintas iMac dan iBook G3 ini keliatan girly banget tapi keliatan lebih keren kalo dibandingin dengan PC dan laptop pada waktu itu. Cuma gue ga tertarik untuk beli karena selain mahal iMac G3 ga gampang untuk di upgrade hardware nya.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 306px"><img title="iMac G3" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/c0/IMac_Bondi_Blue.jpg" alt="" width="296" height="326" /><p class="wp-caption-text">iMac G3</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 249px"><img title="iBook G3" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/e/e9/Clamshell_iBook_G3.jpg" alt="" width="239" height="275" /><p class="wp-caption-text">iBook G3</p></div>
<p>Dari situ gue mulai ngikutin perkembangan Apple. Gue mulai mengagumi produk-produk apple sejak dirilisnya iMac dan iBook dan gue bercita-cita untuk bisa menggunakan produk Apple suatu saat nanti. Pada saat Apple merilis <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/MacBook" target="_blank">Macbook</a>, itu adalah produk Apple terindah yang pernah gue liat. Pada saat produsen lain memproduksi laptop dengan warna hitam, Apple mengeluarkan laptop dengan warna putih yang elegan. Gue sendiri menggunakan laptop Sony Vaio yang diberikan kantor pada waktu itu. Pas lagi jalan-jalan di Ambassador, gue mampir ke Emax (salah satu Apple Store) dan gue ngeliat <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Apple_Pro_Keyboard" target="_blank">Apple Pro Keyboard</a> yang seluruh tombolnya berwarna putih. Gue langsung tertarik dan langsung memboyong Apple Pro Keyboard pulang untuk dipasang di PC butut gue.</p>
<div id="attachment_176" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://blog.novanadrian.com/wp-content/uploads/2012/01/apple-keyboard.gif"><img class="size-medium wp-image-176" title="Apple Pro Keyboard" src="http://blog.novanadrian.com/wp-content/uploads/2012/01/apple-keyboard-300x198.gif" alt="" width="300" height="198" /></a><p class="wp-caption-text">Apple Pro Keyboard</p></div>
<p>Beberapa bulan kemudian, pada saat sedang gue mengunjungi pameran komputer yang diadakan secara rutin setiap tahunnya di JHCC, gue ngeliat ada stand yang ngejual <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Apple_Mighty_Mouse" target="_blank">Mighty Mouse</a>. Gue langsung jatuh cinta dengan penampilannya. Mighty Mouse adalah mouse yang paling unik yang pernah gue liat karena waktu itu semua mouse memiliki 2 button dan 1 up-down-scroll yang bisa diklik sedangkan Mighty Mouse tidak memiliki button untuk diklik,  tapi digantikan dengan pressure sensor untuk mendeteksi klik dan juga 1 scroll button yang bisa digerakkan 360 derajat. Selain itu, Mighty Mouse punya 2 button &#8220;tersembunyi&#8221; dibagian pinggir yang bisa berfungsi untuk mengaktifkan fitur <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dashboard_(Mac_OS)" target="_blank">Dashboard</a> atau <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Expos%C3%A9_(Mac_OS_X)" target="_blank">Exposé</a>.</p>
<p>Awalnya menggunakan Mighty Mouse butuh penyesuaian, karena selain button yang tidak biasa, Mighty Mouse juga lebih berat daripada mouse pada umumnya. Ini karena Mighty Mouse yang gue gunakan adalah wireless mouse sehingga butuh batre untuk hidup dan beban batre menambah berat Mighty Mouse. Kalo diliat sepintas Mighty Mouse ini mirip sabun mandi.</p>
<div id="attachment_174" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-174 " title="Mighty Mouse" src="http://blog.novanadrian.com/wp-content/uploads/2012/01/Apple-Mighty-Mouse-Specs-300x195.png" alt="" width="300" height="195" /><p class="wp-caption-text">Mighty Mouse</p></div>
<div id="attachment_175" class="wp-caption aligncenter" style="width: 250px"><a href="http://blog.novanadrian.com/wp-content/uploads/2012/01/sabun-dove.jpg"><img class="size-medium wp-image-175" title="Sabun Mandi" src="http://blog.novanadrian.com/wp-content/uploads/2012/01/sabun-dove-240x300.jpg" alt="" width="240" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Sabun Mandi</p></div>
<p>Lengkap sudah. Bagi gue, kombinasi Apple Pro Keyboard, Mighty Mouse, dan PC butut gue ini sudah cukup memuaskan hasrat gue untuk memiliki produk Apple. Tapi jujur, kombinasi yang kacau sebenarnya, seperti menikahkan Datuk Maringgih dengan Siti Nurbaya. So wrong, but feels so good. Rasanya seperti baru beli Mac Pro tapi dengan kualitas yang jauh dibawah standard dan, yang lebih absurd lagi, bersistem operasi Linux karena kebetulan waktu itu gue cuma install <a href="http://www.slackware.org/" target="_blank">Slackware</a> di PC gue.</p>
<p>Pada pertengahan 2007, Apple kembali membuat gue amaze dengan iPod Touch nya tapi harganya cukup fantastis ketika pertama kali dirilis. Setelah beberapa bulan sabar nungguin harga turun, baru gue punya cukup uang untuk beli iPod Touch First Generation. Selang beberapa bulan iPod Touch itu gue hibahkan ke <a href="http://www.twitter.com/yuke_corner" target="_blank">salah satu sohib gue</a> sebagai hadiah perkawinannya.</p>
<p>Baru pada pertengahan 2008, berbekal bonus dari kantor akhirnya gue bisa beli sebuah Macbook Unibody, laptop Apple pertama yang menggunakan lapisan aluminium yang membuatnya lebih ringan dibanding Sony Vaio gue waktu itu. Namun beberapa bulan kemudian Apple mengeluarkan revisi dari Macbook Unibody yaitu Macbook Pro menggantikan versi Macbook Pro lama sebelum menggunakan aluminium unibody dan Macbook Unibody langsung dinyatakan diskontinyu. Damn! Macbook Pro baru tersebut bukan cuma serupa dengan Macbook Unibody, tapi juga dilengkapi dengan FireWire dan backlit keyboard. Gue langsung pasang iklan di Kaskus untuk menjual Macbook Unibody gue dan alhamdulillah langsung terjual dalam semalam walaupun gue harus merugi karena harganya jatuh gara-gara rilis terbaru Macbook Pro. Keesokan harinya gue langsung berangkat ke iBox Senayan dan berbekal sedikit pinjaman uang dari temen gue, akhirnya gue bisa ngeboyong Macbook Pro pulang.</p>
<p>Pengalaman pertama bermigrasi ke Mac itu awalnya cukup menyusahkan seperti halnya beralih ke Linux. Banyak aplikasi yang biasa digunakan di Windows tidak ditemukan pengganti yang sepadan atau malah tidak ada penggantinya sama sekali. Tapi sukurnya semua fungsi utama yang gue perlukan untuk menyelesaikan pekerjaan gue tersedia karena dalam proses development gue memang menggunakan tools yang multi-platform seperti Eclipse untuk IDE, Firefox+firebug untuk testing+debugging, dan phpMyAdmin untuk mysql client. Inilah daftar lengkap aplikasi yang gue gunakan di Windows berikut padanannya:</p>
<div>
<table id="wp-table-reloaded-id-1-no-1" class="wp-table-reloaded wp-table-reloaded-id-1">
<thead>
	<tr class="row-1 odd">
		<th class="column-1" style="width:150px;">WINDOWS</th><th class="column-2" style="width:150px;">MAC</th>
	</tr>
</thead>
<tbody>
	<tr class="row-2 even">
		<td class="column-1">Eclipse</td><td class="column-2">Eclipse</td>
	</tr>
	<tr class="row-3 odd">
		<td class="column-1">Notepad++</td><td class="column-2">Text Wrangler</td>
	</tr>
	<tr class="row-4 even">
		<td class="column-1">Microsoft Office</td><td class="column-2">Microsoft Office</td>
	</tr>
	<tr class="row-5 odd">
		<td class="column-1">Adobe CS</td><td class="column-2">Adobe CS</td>
	</tr>
	<tr class="row-6 even">
		<td class="column-1">ThunderBird</td><td class="column-2">ThunderBirt --> Entourage --> Mail</td>
	</tr>
	<tr class="row-7 odd">
		<td class="column-1">Putty</td><td class="column-2">Terminal</td>
	</tr>
	<tr class="row-8 even">
		<td class="column-1">TightVNC</td><td class="column-2">ChickenVNC</td>
	</tr>
	<tr class="row-9 odd">
		<td class="column-1">TortoiseSVN</td><td class="column-2">SCPlugin</td>
	</tr>
	<tr class="row-10 even">
		<td class="column-1">Total Commander</td><td class="column-2">N/A (Finder?)</td>
	</tr>
	<tr class="row-11 odd">
		<td class="column-1">WinSCP</td><td class="column-2">Cyber Duck (and it sucks)</td>
	</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div></div>
<div>Setelah lama sibuk mencari padanan aplikasi, akhirnya gue sadar pada dasarnya beralih ke Windows itu sama saja dengan &#8220;move on&#8221; setelah putus dari pacar. Kita tidak sepantasnya menyamakannya dengan sang &#8220;mantan&#8221;, sebaliknya kita mencoba menerima apa yang bisa diberikannya. Begitu gue mencoba untuk membuka diri terhadap kultur di sistem operasi OS X, gue merasa jauh lebih nyaman dengan berbagai aplikasi sederhana  dengan fitur yang fundamental tapi sangat berguna. Membuat gue semakin sadar bahwa selama ini Windows telah memperumit hidup gue dengan menyediakan fitur-fitur yang sebenarnya ga gue butuhkan. Banyak hal ajaib yang gue temukan dan itu semua sekarang sudah sangat akrab di keseharian gue sehingga membuat gue sering merasa canggung ketika menggunakan PC. Beberapa hal ajaib tersebut digambarkan dengan sempurna oleh <a href="http://sisigelapdianara.tumblr.com/post/15897955289/ajaibnya-macbook-dan-osx" target="_blank">seorang pengguna PC yang &#8220;terpaksa&#8221; menggunakan Mac</a>.</div>
<p>Itulah laptop yang sampai sekarang ini menemani sepak terjang gue sebagai Freelance Web Developer.  Saat ini bodynya udah ga mulus lagi karena sering diperlakukan semena-mena tapi dia ga pernah menyusahkan. Battery life cycle nya juga udah melebihi 500 dan sudah peringatan untuk mengganti batre. Tapi karena masi mampu bertahan selama kurang lebih 3 jam tanpa charger, gue rasa penggantian batre nya bisa ditunda dulu sampe bener-bener sekarat hehe.</p>
<div id="attachment_177" class="wp-caption aligncenter" style="width: 274px"><img class="size-full wp-image-177" title="Coconut Battery" src="http://blog.novanadrian.com/wp-content/uploads/2012/01/coconutBattery.png" alt="" width="264" height="433" /><p class="wp-caption-text">Coconut Battery</p></div>
<p>Secara performance nya juga masih tetap bisa diandalkan, terutama setelah memory nya di upgrade jadi 8Gb. Hang? Pernah sih, tapi itu juga masih bisa diitung dengan jari tangan gue dan selama kurang lebih 3 tahun ini baru sekali doank mengalami Kernel Panic (atau BSOD dalam Windows). Satu hal yang pasti, menggunakan Mac itu menyehatkan karena selama menggunakan Mac ga pernah ngalamin yang namanya sakit kepala ngurusin virus dan malware.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.novanadrian.com/apple-in-my-life/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dongeng Lembah Kapuk</title>
		<link>http://blog.novanadrian.com/dongeng-lembah-kapuk/</link>
		<comments>http://blog.novanadrian.com/dongeng-lembah-kapuk/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 12:08:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Novan Adrian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kapuk Valley]]></category>
		<category><![CDATA[depok]]></category>
		<category><![CDATA[gunadarma]]></category>
		<category><![CDATA[jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[kapuk]]></category>
		<category><![CDATA[kapuk valley]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[margonda]]></category>
		<category><![CDATA[Network]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.novanadrian.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin banyak dari kalian yang tidak paham dengan apa yang tertuang disini. Dongeng tentang sebuah lembah yang membuat cara komunikasi segelintir orang berubah. Inilah tulisan tentang sebuah lingkungan tempat  gue tumbuh selama satu dekade yang hadir sebagai muara bagi pertanyaan &#8220;Apa itu Kapuk Valley dan apa keistimewaannya?&#8221;. Peringatan: tulisan ini banyak sekali menggunakan istilah-istilah dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin banyak dari kalian yang tidak paham dengan apa yang tertuang disini. Dongeng tentang sebuah lembah yang membuat cara komunikasi segelintir orang berubah. Inilah tulisan tentang sebuah lingkungan tempat  gue tumbuh selama satu dekade yang hadir sebagai muara bagi pertanyaan &#8220;Apa itu Kapuk Valley dan apa keistimewaannya?&#8221;. Peringatan: tulisan ini banyak sekali menggunakan istilah-istilah dalam jaringan komputer.<br />
<span id="more-157"></span><br />
Bagi yang pernah kuliah di Universitas Gunadarma Depok dan sering ke Kampus D mungkin udah ga asing dengan daerah Kapuk. Pintu masuk nya pun cuma beberapa meter di depan pintu masuk kampus yang konon katanya termasuk World Class University itu. Gue sendiri udah ngekos di daerah kapuk sejak pertama kali kuliah sampai lulus, dan baru keluar dari kapuk setelah akhirnya memutuskan meminang <a href="http://www.detakhujan.com" target="_blank">anak pak Cecep dan ibu Desi yang geulis itu</a>. Gang Kapuk, begitu orang asli situ menyebutnya karena dikenal sebagai daerah yang banyak pedagang kapuknya. Semasa gue ngekos disitu memang banyak tukang kapuk yang berseliweran menawarkan jasa &#8220;isi ulang&#8221; kapuk kasur. Btw, dulu belum ada counter pulsa, bahkan handphone tidak cukup populer waktu itu karena masih termasuk barang mewah, pager hadir sebagai media komunikasi alternatif yang lebih modern ketimbang surat dan telpon rumah. Internet juga termasuk hal baru, cuma ada beberapa warnet yang buka dengan tarif yang cukup mahal sekitar Rp. 12,000,- per jam dengan kecepatan 56Kbps karena kecepatan modem yang paling cepat pada saat itu adalah 56Kbps. Bisa dibayangkan betapa sabarnya orang-orang pada waktu itu. Tidak heran pantatnya pada lebar. Don&#8217;t look at my ass!</p>
<p>Pada pertengahan tahun 1999, gue dan temen kosan gue <a href="http://www.facebook.com/isulaema" target="_blank">Iman Sulaeman</a> terdaftar sebagai mahasiswa Teknik Informatika Gunadarma yang sempat satu kelas di tingkat satu, kami pisah kelas di tingkat dua. Ada hal unik mengenai sohib gue yang satu ini. Pertama, dia punya dua akte lahir, dan sampai sekarang pun ga tau mana yang benar-benar valid. Kedua, entah dapet ide darimana dia mendadak minta dipanggil &#8220;Eqi&#8221;, sebuah nama panggilan yang sama sekali ga ada hubungan dengan nama aslinya. Berhubung gue udah terlanjur terbiasa manggil dia &#8220;Man&#8221; dan gue menghormati keinginannya maka gue panggil di &#8220;Maneq&#8221;. Kami berdua tertarik dengan jaringan komputer, mata kuliah yang baru kami akan dapatkan di tingkat tiga. Dengan pengetahuan seadanya, dipenghujung tahun 2000 kami berusaha membangun sendiri jaringan komputer dikosan. Hanya berdua. Itu pun cuma untuk main game <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Half-Life:_Opposing_Force" target="_blank">Opposing Force</a>, salah satu expansion pack dari game <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Half-Life_(video_game)" target="_blank">Half-Life</a>. Sebagai informasi, bermain Opposing Force dengan hanya satu lawan di map (lapangan virtual bagi First-Person Shooter (FPS) game) yang besar itu membosankan. Karena besarnya map yang digunakan kadang butuh waktu beberapa menit untuk bisa saling ketemu dan tembak-tembakan. Kadang kalo udah mulai frustasi gue teriak &#8220;Neq! Posisi lo dimana? Gue samperin dah!&#8221;.</p>
<p><img style="vertical-align: middle; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="http://cdn.steampowered.com/v/gfx/apps/50/0000000157.1920x1080.jpg?t=1270240399" alt="Opposing Force" width="320" height="240" /></p>
<p>Diseberang kami ada sebuah kosan berjudul Pondok Sentosa (Posen) yang terdiri dari kurang lebih 32 kamar dimana 16 kamar diantaranya terhubung dengan jaringan komputer. Dan mereka juga doyan main Opposing Force. Kentara dari suara tembakan yang kami dengar tiap malam. Muncul dipikiran gue kalo aja jaringan komputer kosan gue bisa nyambung dengan mereka sepertinya bakal jadi sesuatu yang seru! Jadilah kami berangkat ke Mangga Dua (pusat komputer terbesar di Jakarta) untuk membeli kabel <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/BNC_connector" target="_blank">BNC</a> sepanjang 50 meter. Kabel BNC ini sebenarnya bukan barang murah, kabel <a href="../../id.wikipedia.org/wiki/Pasangan_berpilin" target="_blank">UTP</a> saat itu juga masih tergolong langka. Kami menghabiskan sebagian besar uang bulanan kami untuk membeli kabel BNC ini. Sebuah investasi yang tidak murah untuk sebuah kepuasan bermain game. Tapi belakangan kami sadar kalo investasi ini jauh lebih berharga dari yang kami kira. Sebagai informasi, jaringan pada saat itu belum menggunakan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ethernet_hub" target="_blank">hub</a> atau <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Network_switch" target="_blank">switch</a> dan hanya menggunakan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bus_network" target="_blank">Topologi Bus</a> untuk menghubungkan antar komputer dimana ujung-ujung dari jaringannya disebut dengan Terminator dan apabila ada komputer baru yang ingin nyambung maka harus dihubungkan dengan salah satu Terminator.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 393px"><img style="display: block;" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a0/BNC_connector.jpg/639px-BNC_connector.jpg" alt="" width="383" height="360" /><p class="wp-caption-text">BNC Connector</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px"><img style="display: block;" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/5f/BNC-Technik.jpg/800px-BNC-Technik.jpg" alt="" width="480" height="194" /><p class="wp-caption-text">BNC Tee Connectors with Terminator</p></div>
<p style="text-align: left;">Pemasangan kabel ini juga cukup dramatis, karena selain harus menghadapi maut dengan naik keatap kosan juga disaksikan dengan tatapan curiga oleh induk semang yang khawatir tagihan listriknya tiba-tiba membengkak, ternyata diujung kabel kami harus menghadapi penolakan dari salah satu sesepuh dikosan tersebut. Namun dengan sedikit negosiasi dengan beberapa sesepuh lain dikosan yang bersangkutan akhirnya kami dapat restu untuk menyolokkan kabel kami ke Terminator mereka. Sejak saat itu, setiap kali gue dan Iman mendengar suara tembakan dari kosan sebelah, kami langsung buru-buru ngidupin komputer dan bergabung di medan perang. Saat satu tembakan headshot dari gue berhasil melumpuhkan salah seorang pemain dari kosan tetangga maka teriakan lantang pun terdengar dari kosan seberang menyeruak ditengah bisingnya suara tembakan: NGEPET!</p>
<p>Kebetulan salah satu temen kelas kami ada yang ngekos di Posen, namanya <a href="http://www.facebook.com/ivan.drajatsukma" target="_blank">Ivan Drajatsukma</a> asli Bandung. Kalo main Opposing Force dia suka pake nickname Tatang karena kebiasannya di Opposing Force menggunakan senjata linggis dan memukul-mukulkannya ke dinding sehingga berbunyi &#8220;Tang! Tang! Tang!&#8221;. Kami bertiga adalah mahasiswa yang sedang dalam masa pertumbuhan dan sedang lucu-lucunya waktu itu. Dan yang namanya mahasiswa seringkali dihadapkan dengan hal yang menyebalkan seperti tugas praktikum. Untungnya tugas praktikum ini boleh dikumpulkan dalam file Microsoft Word. Si tatang ini termasuk yang rajin bikin tugas praktikum. Jadi lah setiap H-1 menjelang praktikum gue &#8220;malakin&#8221; tugas praktikum dari dia. Disinilah gue baru ngerasain keuntungan lain dari jaringan kosan ini. Gue ga perlu harus nyamperin kekosan untuk ngopi tugas praktikum. File tugas bisa dikirim lewat jaringan, tinggal kopi ke disket (saat itu flashdisk masih termasuk barang mewah) lalu ke rental komputer terdekat untuk ngeprint. Saat itulah gue mulai bermimpi, gimana kalo misalnya gue bisa ngopi tugas praktikum dari temen kelas yang kosannya terpisah beratus-ratus meter dari gue tanpa harus ke kosannya? Bagi gue, itulah pertama kali nya gue bermimpi tentang sesuatu. Gue belum pernah membayangkan suatu hal begitu kuat sebelumnya. Masa kecil gue penuh dengan mimpi palsu tentang &#8220;Mau jadi apa kalo udah gede nanti?&#8221;.</p>
<p>Lalu teori Law of Attraction seolah berlaku, ketika kita sangat menginginkan sesuatu maka alam bekerja secara ajaib dan misterius untuk mewujudkannya. Selang beberapa hari setelah kosan gue terhubung dengan Posen, <a href="http://www.facebook.com/simple.agie">Agie Triwijaya</a> (Agie) dari kosan Pondok Rakyat (Porak) menghampiri kosan gue untuk minta izin untuk menghubungkan kosan mereka ke kosan gue. Pada titik ini, jaringan kami mengalami evolusi dengan mulai menggunakan Hub namun tetap menggunakan kabel BNC sebagai penghubung antara switch Posen dan Pinix. Lalu ada kosan Depan Warung (Depwar) yang letaknya disamping kosan gue. Trus ada Wisma Palem (Palem) yang letaknya agak jauhan dikit. Berikutnya, kosan yang dengan penuh perjuangan diajak untuk bergabung adalah kosan khusus wanita bernama Dhanisa. Saat kosan Dhanisa bergabung adalah salah satu momen mengharukan menurut gue. Karena disini nyaris semua, ya nyaris seluruh cowok yang sudah terhubung dengan jaringan ikut bergotong royong bahu-membahu untuk menghubungkan kosan Dhanisa ini. Bahkan kami sempat patungan untuk membelikan kabel BNC sepanjang kurang lebih 100 meter dimana dulu harga BNC sekitar Rp. 6,500,- per meternya. Dengan bergabungnya Dhanisa, maka saat itu total yang bergabung ada kurang lebih 30 orang. Saat Dhanisa bergabung Kapuk Valley mulai mempunyai variasi dimana tidak semuanya menyukai game. Gue dan Maneq mencoba hal baru dengan menghadirkan radio streaming online dengan menggunakan <a href="http://www.shoutcast.com">ShoutCast</a> yang bisa didengarkan melalui <a href="http://www.shoutcast.com">WinAmp</a> dan kami menggunakan nama Radio.Net untuk menyebut radio kami ini.</p>
<p>Pada saat diadakannya buka puasa bersama pertama di Posen tanggal 22 November 2002 atau bertepatan dengan 17 Ramadhan 1423, tercetuslah ide dari salah satu sesepuh Posen yang dipanggil Peypey (gue ga tau nama asli nya siapa) untuk membentuk kepengurusan yang secara serius mengurus infrastruktur jaringan, maka hari itu secara resmi terbentuklah kepengurusan Kapuk Valley dan gue ditunjuk sebagai ketua nya karena gue yang pertama kali mencetuskan jaringan antar kosan ini. Sebenarnya gue tidak punya pengalaman berorganisasi dan gue tidak punya mental pemimpin, tapi bagi gue ini lah saatnya untuk mencoba belajar menjadi pemimpin. Sebagai langkah awal, gue mulai membentuk struktur kepengurusan. Gue udah lupa struktur awal kepengurusan, yang gue inget adalah Fahziandy (atau biasa dipanggil Paji) sebagai wakil ketua, <a href="http://www.facebook.com/felixbayu" target="_blank">Felix Bayu Ananto</a> (Meong) sebagai koordinator, dan <a href="http://www.facebook.com/ceinando" target="_blank">Ferry Fernando</a> (ceinando) sebagai Network Administrator. Gue belajar banyak dari manusia ceking yang satu ini. He&#8217;s my Shifu. Dialah yang membuat gue terdorong untuk mempelajari jaringan komputer lebih dalam. Uniknya, dia tidak pernah mau memberikan penjelasan lengkap atas pertanyaan-pertanyaan gue. Alih-alih menjawab pertanyaan gue, dia hanya memberi secuil clue dan sisanya gue harus cari sendiri. Sebelum akhirnya cabut dari kosan, beliau mewariskan buku yang dari judulnya aja udah cukup berat menurut gue (berbanding lurus dengan tebal bukunya): &#8220;Network Security&#8221;, sebuah foto kopi dari buku import yang isinya membahas tentang keamanan jaringan komputer pada masa itu. Ceinando akhirnya digantikan oleh <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1235715170" target="_blank">Doni Wijayanto</a>. Sekilas tentang profil admin ini, orangnya super secure. Dia membuat password untuk server yang terdiri dari kurang lebih 16 karakter campuran huruf, angka, dan meta karakter yang bahkan dia sendiri ga apal. Dan setiap kali dia mau login ke server, semua orang yang ada dikamar akan &#8220;diusir&#8221; karena dia harus buka contekan password yang sebenarnya dia simpan dibawah keyboard komputernya.  Oh ya, di dalam struktur kepengurusan ada Divisi RnD yang terdiri atas <a href="http://www.facebook.com/rozan" target="_blank">M. Rozan</a>, <a href="http://www.facebook.com/dodhy.permadi" target="_blank">Dodhy Permadi</a> (c0d0t), dan Gustaman (sebenarnya ada beberapa nama lagi tapi sebagian gue lupa dan sebagiannya udah gue lupakan).</p>
<div id="attachment_136" class="wp-caption aligncenter" style="width: 106px"><a href="http://blog.novanadrian.com/wp-content/uploads/2012/01/logo_kaval.jpeg"><img class="size-full wp-image-136 " src="http://blog.novanadrian.com/wp-content/uploads/2012/01/logo_kaval.jpeg" alt="" width="96" height="96" /></a><p class="wp-caption-text">Logo Kapuk Valley</p></div>
<p>Adalah menjadi tradisi Kapuk Valley apabila ada kosan baru yang ingin terhubung maka Pengurus akan melakukan sosialisasi ke kosan tersebut dengan menjelaskan prosedur pendaftaran dan tata tertib yang berlaku di Kapuk Valley dan setelah mereka menandatangani kesepakatan untuk mematuhi tata tertib tersebut barulah kosan tersebut boleh dihubungkan dengan jaringan Kapuk Valley. Tradisi ini membuat kosan yang baru terhubung dengan Kapuk Valley merasa dekat dan merasa memiliki Kapuk Valley. Ini juga yang membuat mereka mau membaur dengan member yang lain baik secara on-the-LAN (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jaringan_wilayah_lokal" target="_blank">Local Area Network</a>) maupun off-the-LAN. Selain itu Kapuk Valley juga mempunyai tradisi mengadakan acara rekreasi tahunan yang disebut dengan Kaval Tour, terutama pada saat libur panjang. Daerah tujuan Kaval Tour pertama adalah pulau Haleuleungan, sebuah pulau yang terletak ditengah laut dekat Tanjung Lesung, Banten. Pulau Haleuleungan bisa dibilang tidak terawat dan bukan untuk tujuan wisata karena sebenarnya pulau tersebut dijadikan perkebunan oleh pemiliknya dan hanya dijaga oleh beberapa orang saja. Setiap bulan puasa Kapuk Valley juga mempunyai tradisi mengadakan acara buka puasa.</p>
<p>Setelah kepengurusan Kapuk Valley terbentuk, Ceinando  mulai menerapkan sistem Domain Controller dengan menggunakan komputer pribadi nya sebagai Domain Server. Awalnya dibentuk domain KAPUK-VALLEY namun akhirnya di revisi dengan menghilangkan dash menjadi KAPUKVALLEY. Setelah Ceinando keluar dari Posen, Kapuk Valley kembali patungan untuk membuat dedicated domain server. Tidak semua komponen dibeli, tapi ada juga yang komponen hasil sumbangan, sehinggga akhirnya jadilah satu buah CPU Pentium III dengan memory 128mb yang di &#8220;paksa&#8221; menjalankan Windows 2000 Server + Domain Controller. Microsoft Exchange juga di install sebagai media komunikasi antar member (Email dan Messenger). Karena menggunakan Microsoft Exchange, maka otomatis Messenger yang digunakan adalah MSN Messenger for Exchange (berbeda dengan versi MSN Messenger untuk internet). MSN Messenger ini bisa dibilang salah satu terobosan dalam jaringan Kapuk Valley karena dilengkapi dengan fitur Voice dan Video Chat dan fitur ini Voice/Video chat ini masih tergolong baru pada saat itu sehingga cukup digemari oleh member Kapuk Valley, apalagi untuk berkomunikasi dengan member dari kosan Dhanisa. Pernah ada kejadian lucu dimana ada anak dari kosan gue sedang voice chat dengan salah satu member dari kosan Dhanisa dengan volume speaker yang bisa kedengaran dalam radius 50m. Sebenarnya ini bukan masalah besar karena memang anak-anak mahasiswa disekitar kapuk memang dikenal suka semena-mena kalo lagi nyetel lagu. Tapi ini menjadi permasalahan karena dilakukan pada jam 11 malem dan yang terdengar adalah suara cewek. Mendadak kosan gue penuh dengan pemuda-pemuda AKamSi (Anak Kampung Sini) yang kasak-kusuk mencari asal muasal suara wanita. Walaupun udah dibilang tidak ada wanita disini tapi mereka tetap tidak percaya. Mereka memeriksa setiap sudut kamar bahkan sampai kamar mandi. Setelah di demonstrasikan voice chat baru lah mereka bubar teratur dengan memalukan sambil meninggalkan sedikit &#8220;wejangan&#8221; yang kedengarannya cuma untuk menutup kemaluan (maksud nya rasa malu) mereka aja. &#8220;Maaf ya mas, kami cuma tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Soalnya sekarang banyak sekali yang nginepin cewek&#8221;. Pada titik ini, Kapuk Valley melanjutkan evolusi nya dengan mulai menggunakan Switch yang jauh lebih pinter daripada Hub. Kapuk Valley juga membeli switch tambahan yang digunakan sebagai switch sentral, yaitu switch yang khusus untuk menghubungkan switch dari kosan-kosan yang terhubung dengan jaringan Kapuk Valley. Switch sentral pertama ini bermerk TP-Link 16 port yang dilengkapi dengan module-slot dan console port.</p>
<p>Bergabungnya kosan Dhanisa seperti magnet, kalau sebelumnya kami membutuhkan waktu setahun untuk membentuk jaringan dengan 5 kosan, namun setelah Dhanisa bergabung hanya dalam kurun waktu satu dua bulan kosan-kosan yang ada disekitar kami mulai menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan jaringan Kapuk Valley. Kosan Wisma Palem yang letaknya agak jauh menyatakan keinginan nya untuk bergabung setelah mendengar ada kosan wanita yang bergabung dalam jaringan. Lalu diikuti dengan kosan Rantau yang letaknya dibelakang kosan Porak. Kosan ini punya member yang jauh lebih banyak dari kosan-kosan lain yang sudah terhubung ke jaringan Kapuk Valley. Sehingga dengan bergabungnya kosan Rantau membuat jumlah member melonjak hampir mencapai seratus orang. Kosan Biru dan kosan Babe yang letaknya diseberang kosan Rantau pun menyusul kosan Rantau untuk bergabung. Kosan Biru menghubungkan kosannya dengan kosan gue sedang kan kosan Babe menghubungkan kosannya dengan kosan Posen. Kosan Wisma Putih yang letaknya persis di depan kosan Biru ga mau ketinggalan, dan ada juga kosan Bara yang letaknya jauh diujung selatan Kapuk yang ikut menghubungkan kosannya dengan kosan gue. Kabel kosan Bara ini sempat dikhawatirkan tidak berhasil terhubung dengan baik karena panjang kabel nya melebihi 100m sementara panjang optimal kabel UTP adalah 100m. Setelah kabel disambungkan ternyata kosan Bara bisa terhubung dengan baik walaupun mengalami sedikit penurunan network response time.</p>
<p>Pada pertengahan 2003, aksi cracking untuk pertama kali menyeruak di jaringan Kapuk Valley. <a href="http://www.facebook.com/angga.hutabarat" target="_blank">Angga Marihotama</a> (Angga) dari kosan Palem membuat heboh jaringan Kapuk Valley dengan aksi nya membobol beberapa komputer, terutama member dari kosan Dhanisa. Aksi angga ini sempat memancing kemarahan member Kapuk Valley yang terkena serangan dan hampir mengarah terjadinya kerusuhan namun akhirnya dapat diselesaikan secara baik-baik. Sisi positifnya dari insiden ini adalah member Kapuk Valley kemudian menjadi lebih sadar akan keamanan komputer nya sendiri dan mereka belajar tentang bagaimana melindungi komputer mereka dari serangan cracker maupun virus walaupun banyak dari mereka yang tidak punya pengetahuan tentang komputer.</p>
<p>Pada pertengahan 2004, Codot berinisiatif membangun server khusus game, yaitu Ragnarok, game yang sempat sangat populer pada saat itu. Seperti hal nya Domain Server, komponen komputer nya juga hasil patungan bersama. Hampir 80% member Kapuk Valley ikutan bermain, termasuk gue. Game ini bahkan membuat kelulusan gue tertunda selama setahun karena skripsi yang ga kelar-kelar. Gue juga coba-coba untuk bikin server Half-Life Dedicated Server di linux box gue berhubung saat itu game <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Counter-Strike" target="_blank">Counter-Strike</a> mulai populer menggeser Opposing Force. Tapi sayang peminatnya kurang karena Dedicated Server susah untuk dikendalikan untuk pindah-pindah map atau mengatur waktu permainan. Tidak selesai sampai disitu, Codot juga membuat File Server berbekal harddisk 128GB (yang tergolong cukup besar waktu itu) yang cukup untuk menampung ratusan file software, mp3, dan puluhan judul film, and yes, termasuk bokep. Entah karena nasib atau karma, beberapa minggu kemudian server tersebut mengalami kerusakan cukup serius sehingga harddisk yang digunakan tidak bisa berfungsi dengan normal. Maka berakhir sudah riwayat File Server Kapuk Valley yang sangat singkat umurnya itu. Gue sendiri, setelah gagal dengan Half-Life dedicated Server, akhirnya menjadikan linux box gue yang spefisikasi hardware nya tergolong minim sebagai Web Server. Dan berbekal web server ini, Codot kembali membuat terobosan baru dengan membuat aplikasi simulasi <a href="http://ugpedia.gunadarma.ac.id/content/12/1845/id/ujian-semester-pendek_mandiri.html" target="_blank">Ujian Mandiri</a>. Web Simulasi Ujian Mandiri ini, yang selanjutnya di beri nama Kaval UM, sangat populer dikalangan member Kapuk Valley terutama yang berstatus mahasiswa Gunadarma. Karena selain mereka dipermudah untuk mempelajari sistem Ujian Mandiri Gunadarma, ternyata soal-soal yang disediakan pada Kaval UM mendekati soal aslinya. Tidak heran, karena memang database yang digunakan adalah database Ujian Mandiri dari Gunadarma itu sendiri berhubung c0d0t adalah salah satu programmer yang ikut membuat aplikasi Ujian Mandiri Gunadarma (pstt, off the record!). Otomatis success rate para peserta Ujian Mandiri member Kapuk Valley melonjak drastis. Kaval UM menyelamatkan dua hal sekaligus, nilai IPK dan kantong mahasiswa. Karena untuk sekali Ujian Mandiri mahasiswa harus merogoh kocek sebesar Rp. 40,000,- per mata kuliah. Belum lagi kalo mereka harus mengulang kembali Ujian Mandiri karena gagal mendapatkan nilai yang diinginkan. Kadang mahasiswa bisa menghabiskan Rp. 800,000,- sampai Rp. 2,000,000,- demi membuat IP jongkok menjadi mendekati Cum Laude (sistem akademik Gunadarma membatasi IPK dibawah Cum Laude bagi mahasiswa yang mengambil Ujian Mandiri). Dan pada saat Kapuk Valley sedang membutuhkan wadah untuk berdiskusi, <a href="http://www.facebook.com/rahmada" target="_blank">Riko Rasota Rahmada</a> (Riko) dari kosan Biru menghadirkan Forum Kaval untuk pertama kali nya. Pada saat <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Defense_of_the_Ancients" target="_blank">DoTA</a> mulai booming, gue pun berinisiatif untuk membuat BattleNet server menggunakan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/PvPGN" target="_blank">PvPGN</a>, satu-satunya emulator BattleNet yang gue tau waktu itu yang bisa dijalankan dengan mulus di Linux.</p>
<p>Awal tahun 2005, isu tentang sweeping penggunaan Windows bajakan mulai merebak. Kepengurusan Kapuk Valley mulai mempertimbangkan untuk melakukan migrasi ke Linux. Pengurus pun melakukan simulasi penggunaan Linux sebagai pengganti Windows Server yang secara fitur sudah sangat melekat dikeseharian member Kapuk Valley. Domain Controller digantikan oleh <a href="http://www.samba.org" target="_blank">Samba</a>, Active Directory digantikan oleh <a href="http://www.openldap.org/" target="_blank">OpenLDAP</a>. Beban terberatnya adalah menggantikan fitur MSN Messenger for Exchange. Saat itu alternatif terbaik yang didapat adalah dengan menggunakan <a href="http://www.jabber.org" target="_blank">Jabber</a> tapi sayangnya tidak satupun Jabber client pada saat itu yang memiliki fasilitas voice / video chat. Setelah melakukan simulasi selama kurang lebih sebulan, akhirnya Kapuk Valley pun bermigrasi ke Linux. Alhamdulillah proses migrasi berhasil dilakukan nyaris tanpa masalah. Network Administrator pun bertambah satu, <a href="http://www.facebook.com/uji.baskoro" target="_blank">Uji Baskoro</a> (Mboy) hadir untuk membackup Doni. Namun karena kurang menguasai Linux, Doni akhirnya mundur sebagai Network Administrator. Setelah Doni &#8220;resign&#8221;, Kapuk Valley mendapatkan Network Administrator baru bernama <a href="http://www.facebook.com/rabngl" target="_blank">Roy Abu Bakar</a> dari kosan Babe yang kebetulan sangat menguasai Linux. Momen bergabungnya Roy juga cukup unik. Saat itu dia &#8220;tertangkap basah&#8221; sedang mengacak-acak komputer beberapa member Kapuk Valley menggunakan <a href="http://www.metasploit.com/modules/exploit/windows/dcerpc/ms03_026_dcom" target="_blank">DCom exploit</a> yang pada saat itu sedang heboh karena berhasil secara serempak melumpuhkan ribuan server di dunia yang menggunakan Windows. Gue yang kebetulan saat itu sedang menggunakan komputer <a href="http://www.facebook.com/tegrex" target="_blank">S.A Rinaldo</a> (Nando) dari Porak yang sedang disusupi oleh Roy melihat satu per satu folder hilang. Lewat linux box yang khusus gue gunakan untuk ngoprek, gue coba exploit balik ke komputer nya Roy yang ternyata belum di patch. Gue pun &#8220;menyita&#8221; dcom exploit dari komputer Roy berikut hasil scan KTP Roy sebagai barang bukti. Setelah proses &#8220;penangkapan&#8221;, gue dan beberapa temen gue nyamperin Roy di kosannya dan dari ngobrol-ngobrol singkat kami sepakat untuk menawarkan Roy menjadi Network Administrator Kapuk Valley. Roy pun menerima tawaran itu. Bergabungnya Roy menjadi Network Administrator membawa kemajuan besar bagi server Kapuk Valley. Roy menerapkan system security yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh pengurus. Seperti penerapan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Intrusion_Detection_System" target="_blank">IDS (Intrusion Detection System)</a> yang secara otomatis melakukan pemblokiran terhadap <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alamat_IP" target="_blank">IP Address</a> yang terindikasi berusaha melakukan penyerangan ke server dan mengunci penggunaan IP Address dengan mencocokkan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/MAC_address" target="_blank">MAC Address</a> nya sehingga satu IP Address hanya bisa digunakan oleh satu komputer saja demi menghindari penyalahgunaan IP Address untuk melakukan kegiatan yang tidak diizinkan seperti cracking atau <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Spoofing_attack" target="_blank">spoofing</a>.</p>
<p>Selang dua tahun setelah File Server tewas, pada tahun 2006 gue mulai menggerakkan member Kapuk Valley untuk menghidupkan kembali File Server. Berdasarkan polling sederhana yang gue lakukan, sebagian besar member Kapuk Valley bersedia untuk menyumbang Rp. 50,000,- untuk menghidupkan kembali File Server. Setelah uang terkumpul, gue dan teman-teman pengurus membeli beberapa komponen komputer termasuk harddisk 500GB yang waktu itu harga nya cukup mahal (diatas satu juta rupiah). Demi menjaga moral bersama, kali ini File Server tidak diisi dengan bokep karena mengingat saat itu member wanita Kapuk Valley makin banyak dan juga sudah mulai ada dari warga sekitar yang bergabung dalam jaringan Kapuk Valley. Sharing bokep pun dilakukan pada masing-masing komputer member baik secara bebas, private, sesuai permintaan atau khusus cowok.</p>
<p>Begitu banyaknya fasilitas umum yang tersedia di jaringan Kapuk Valley membuat pertumbuhan member Kapuk Valley meningkat rata-rata 100 sampai 150 orang pertahunnya hingga akhirnya member Kapuk Valley mencapai lebih dari 1000 orang dengan 82 kosan yang terhubung pada tahun 2006/2007 yang mana merupakan tahun keemasan bagi Kapuk Valley. Pengurus Kapuk Valley sempat kewalahan menerima pendaftaran member baru yang begitu membludak.Hal yang paling seru adalah ketika banyak member Kapuk Valley membagikan file-file berupa film, software, gambar, source code, tugas kuliah, dan lain-lain yang umumnya sulit didapatkan secara bebas dengan menggunakan fitur Network Sharing. Ini juga diakui oleh beberapa pengunjung setia jaringan Kapuk Valley (biasanya teman kosan member yang tidak ngekos di Kapuk) yang rajin bolak-balik ke Kapuk Valley hanya untuk mendapatkan update film, mp3, atau software terbaru.</p>
<div id="attachment_129" class="wp-caption aligncenter" style="width: 314px"><a href="http://blog.novanadrian.com/wp-content/uploads/2012/01/kapukvalley_network_2009_s.pdf"><img class="size-full wp-image-129 " title="Kapukvalley Network Map &amp; Structure (2009)" src="http://blog.novanadrian.com/wp-content/uploads/2012/01/map_t.png" alt="Kapukvalley Network Map &amp; Structure (2009)" width="304" height="111" /></a><p class="wp-caption-text">Kapukvalley Network Map &amp; Structure (2009)</p></div>
<p>Tidak hanya berbagi secara on-the-LAN, Kapuk Valley juga sempat secara rutin menggelar workshop bertemakan Computer Network Fundamental yang tujuan memberikan pengetahuan mendasar tentang jaringan komputer pada member Kapuk Valley sehingga setiap member Kapuk Valley mempunyai kemampuan untuk menjaga infrastruktur jaringan yang ada di kosannya sendiri maupun infrastruktur Kapuk Valley. Pada workshop tersebut member diajarkan tentang <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Topologi_jaringan" target="_blank">topology jaringan</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alamat_IP" target="_blank">IP Address</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Subnet_mask" target="_blank">subnet mask</a>, cara membuat kabel <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:UTP-Straight.png" target="_blank">straight</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ethernet_crossover_cable" target="_blank">crossover</a>, cara memperbaiki jaringan yang rusak/putus, cara melindungi komputer dari serangan cracker, dan lain-lain. Dalam penyebaran koneksinya, Kapuk Valley seringkali mendapat pertentangan dari induk semang kosan. Mulai dari yang khawatir dengan tagihan listrik yang membengkak sampai ada yang tanpa alasan memotong kabel jaringan yang menghubungkan antar kosan. Selain itu, Kapuk Valley juga harus menghadapi ancaman petir setiap tahun nya dimana dalam sekali dentuman beberapa switch/hub bisa &#8220;tewas&#8221; seketika. Hal terburuk yang pernah terjadi adalah ketika Kapuk Valley harus mengganti 12 switch sentral sekaligus yang rusak karena petir. Ini adalah pengeluaran yang sangat besar bagi Kapuk Valley yang pendapatannya hanya mengandalkan biaya registrasi member sementara saat itu tidak ada iuran rutin. Dalam kondisi-kondisi seperti itulah pengetahuan yang diajarkan pada saat workshop menjadi berguna. Member mampu secara persuasif menjelaskan ke induk semangnya masing-masing tentang jaringan komputer terutama tentang berapa banyak listrik yang dikonsumsi oleh jaringan komputer (yang mana sebenarnya sangat kecil sekali) sehingga keberadaan jaringan komputer dapat diterima oleh induk semang dan juga secara swadaya, tanpa bantuan pengurus, member dapat memperbaiki kabel jaringan yang putus atau rusak baik karena faktor alam maupun karena unsur kesengajaan.</p>
<p>Setelah beberapa tahun menjadi pengurus Kapuk Valley, gue mulai merasa sulit membagi waktu antara Kapuk Valley dan pekerjaan kantor. Seringkali gue harus menginap dikantor dan tidak terlalu mengikuti perkembangan Kapuk Valley. Alasan tersebut mendorong gue untuk mengadakan rotasi kepengurusan karena bagi gue kepengurusan yang berumur lebih dari dua tahun itu ga sehat. Kapuk Valley pun mengadakan pemilu yang pertama pada tahun 2006 dan ternyata lagi-lagi gue yang terpilih jadi ketua. Nasib. Baru setelah tahun 2008 hasil pemilu &#8220;membebaskan&#8221; gue dari kepengurusan Kapuk Valley dengan terpilihnya <a href="http://www.facebook.com/handsen.ham" target="_blank">Handsen</a> (Ham) sebagai ketua yang baru menggantikan gue. Oh ya, pada saat pemilu Kapuk Valley juga melakukan sensus untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan account dengan cara membuka pendaftaran ulang. Member yang tidak melakukan daftar ulang dianggap non-aktif karena kebijakan Kapuk Valley membolehkan orang yang sudah tidak berdomisili di Kapuk untuk kembali menggunakan account tersebut apabila suatu saat orang tersebut kembali berdomisili di Kapuk.</p>
<p>Gue memang udah ga berdomisili di Kapuk lagi, dan juga udah ga ngikutin lagi perkembangan Kapuk Valley. Tapi bagi gue, Kapuk Valley adalah hal yang luarbiasa yang pernah terjadi dalam hidup gue yang membuat gue sangat mensyukuri setiap detik yang pernah gue lalui ketika masih menjadi member aktif di Kapuk Valley. Bukan hanya sebagai lingkungan, tapi Kapuk Valley udah menjadi &#8220;orang tua kedua&#8221; gue yang mendidik dan membesarkan gue hingga gue bisa seperti sekarang ini dengan mempertemukan gue dengan orang-orang hebat seperti Ceinando, Doni, Rozan, Meong, Roy, Mboy, Yoga, dan masih banyak lagi yang ga bisa gue sebutin satu persatu disini. Gue bisa bilang, tanpa Kapuk Valley gue mungkin tidak pernah bisa memiliki apa yang gue miliki sekarang. Dan gue percaya, bukan cuma gue yang berpikir demikian karena dalam satu dekade terakhir keberadaaannya Kapuk Valley sudah memberikan manfaat yang besar tidak hanya bagi member Kapuk Valley tapi juga orang-orang yang pernah berkunjung ke lingkungan Kapuk Valley. Alasan gue membuat tulisan ini adalah agar setiap orang, baik yang masih mapun yang sudah tidak berdomisili di Kapuk Valley dapat menghargai dan bersukur atas apa yang mereka bisa atau pernah dapatkan di Kapuk Valley karena gue melihat kecenderungan Kapuk Valley dipenuhi oleh orang-orang bergabung dengan alasan games dan internet tanpa (mau) tau bagaimana perihnya orang-orang sebelum mereka membangun Kapuk Valley hingga bisa mereka nikmati seperti sekarang ini dan mereka-mereka itulah yang akhirnya menjadikan Kapuk Valley sebagai &#8220;warnet pribadinya&#8221; tanpa pernah menghargai dan menghormati keberadaan Kapuk Valley itu sendiri.</p>
<p>Semoga tulisan ini bisa membuka pikiran bagi kalian yang mempunyai hubungan dengan Kapuk Valley, baik itu member aktif, alumni, maupun sekedar pengunjung aja dan semoga Kapuk Valley tetap bertahan sampai kapanpun. Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.novanadrian.com/dongeng-lembah-kapuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>43</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hidup Sebagai Freelancer</title>
		<link>http://blog.novanadrian.com/hidup-sebagai-freelancer/</link>
		<comments>http://blog.novanadrian.com/hidup-sebagai-freelancer/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 03:05:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Novan Adrian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thoughts]]></category>
		<category><![CDATA[Works]]></category>
		<category><![CDATA[cost]]></category>
		<category><![CDATA[developer]]></category>
		<category><![CDATA[freelance]]></category>
		<category><![CDATA[programmer]]></category>
		<category><![CDATA[project]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[web]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.novanadrian.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa Freelance? Apa yang salah dengan menjadi pegawai yang setiap bulan terima gaji walaupun sedang tidak ada kerjaan? Entah bagaimana dengan Freelancer yang lain, cuma gw sempat merasa konyol menjadi pegawai sewaktu menerima side job yang cuma butuh waktu dua minggu tapi fee nya hampir sama dengan gaji sebulan. Jangan salah, diawal karir menjadi pegawai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Mengapa Freelance? Apa yang salah dengan menjadi pegawai yang setiap bulan terima gaji walaupun sedang tidak ada kerjaan? Entah bagaimana dengan Freelancer yang lain, cuma gw sempat merasa konyol menjadi pegawai sewaktu menerima side job yang cuma butuh waktu dua minggu tapi fee nya hampir sama dengan gaji sebulan.</p>
<p>Jangan salah, diawal karir menjadi pegawai gw pernah berada di posisi dimana gw lebih mementingkan pengetahuan dan pengalaman, uang bukan masalah. Tapi sekarang bagi gw ada yang jauh lebih penting dan berharga dari pengetahuan dan pengalaman. Uang? Bukan, tapi KEBEBASAN. Freelance bisa memberikan kebebasan yang tidak bisa didapatkan pada saat menjadi pegawai. Freelance tidak mengenal tempat dan waktu kerja. There&#8217;s no nine-to-six, there&#8217;s no cubicle. Tidak ada batasan. Bisa kerja jam 8 pagi sambil tiduran dikasur atau jam 4 sore sambil nikmatin latté vanilla hangat di salah satu sudut café.</p>
<p>Tapi apakah menjadi Freelancer selalu seindah itu? Tidak juga, setidaknya ada beberapa hal yang HARUS diperhatikan untuk menjadi Freelancer.</p>
<p><span id="more-45"></span></p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-94" title="" src="http://blog.novanadrian.com/wp-content/uploads/2012/01/36-freelancing-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p>Sejak gw memutuskan menjadi Freelancer Maret 2009 silam, tidak ada satupun dari keluarga yang setuju, termasuk mantan pacar gw dulu (yang mana sekarang udah jadi <a href="http://www.detakhujan.com" target="_blank">Istri</a>), tapi dia dengan sangat bijaksana mendukung keputusan gw dan siap dengan segala resikonya. Dan berdasarkan pengalaman (well, belajar dari kesalahan untuk lebih tepatnya) selama menjadi Freelancer selama kurang lebih 1 tahun 9 bulan (sampai tulisan ini dibuat), inilah hal-hal yang menurut gw perlu diperhatikan pada saat memutuskan menjadi Freelancer.</p>
<p><strong>Self Marketing</strong></p>
<p>Perlu dicatat, Freelancer BUKAN Entrepreneur. Freelancer adalah self-employement dimana artinya kita bekerja untuk diri kita sendiri. Berbeda dengan Entrepreneur yang mempekerjakan orang lain untuk usahanya. Namun seperti halnya entrepreneur, Freelancer juga memerlukan marketing, cuma bedanya yang dipasarkan adalah diri kita sendiri.</p>
<p>Pada saat memulai menjadi Freelancer, kita harus belajar untuk mempromosikan diri kita. Bisa ke temen, relasi, mantan klien, atau keluarga sekalipun. Kirimi mereka email atau SMS yang isi nya kira-kira menyebutkan &#8220;Hei, gw baru resign nih, mau nekat jadi freelancer. Kalo ada project, feel free untuk contact gw ya. Harga bisa cincai lah, sesuai kualitas. Dan yang jelas lo pasti kecipratan deh. Jangan lupa lho!&#8221;. Ya silahkan dibahasakan dengan baik untuk masing-masing recipient.</p>
<p><strong>Saving</strong></p>
<p>Nah, ini penting nih. Tanpa ini menjadi Freelancer akan menjadi jalan pintas untuk bunuh diri. Karena Freelancer yang baru terjun seringkali mengalami masa-masa sepi orderan atau kadangkala ada project yang harusnya selesai dalam sebulan tapi molor berbulan-bulan. Saving alias tabungan adalah salah satu penyangga keuangan (<em>buffer</em>) pada masa-masa sulit pada saat menjadi Freelancer.</p>
<p>Tambahan, pada saat menghitung nilai suatu project, penting untuk memasukkan nilai tambahan yang bisa menjadi <em>buffer</em> untuk berjaga-jaga kalau projectnya molor. Nilai nya juga bisa berbeda-beda untuk tiap project. Rumus nya kira-kira begini:</p>
<p><em>Buffer</em> = Biaya Hidup Sebulan x 0.75 x Prediksi Lama Molor</p>
<p>Misalkan jadwal pengerjaan 1 bulan dan prediksi molor nya 3 bulan. Kalau biaya hidup sebulan adalah 2 juta, maka <em>Buffer</em> = 2,000,000 x 0.75 x 3 = Rp. 4,500,000,-</p>
<p>Bagaimana memprediksikan suatu project akan molor atau tidak? Ini tergantung jam terbang. Semakin sering handle project, semakin sering ketemu dengan berbagai tipe klien, semakin mudah memprediksikan suatu project bakal molor atau tidak. Misalnya begini, ada klien, salah satu mall terkemuka, minta dibuatkan official website dimana isinya informasi tentang tenant-tenant yang ada di mall tersebut (store info, product info, promo / sale, etc). Misalkan dia punya 100 tenant dan untuk mengumpulkan data dari 1 tenant saja membutuhkan waktu 1 hari (biasanya tenant belum tentu bisa menyediakan data yang dibutuhkan dalam 1 hari), maka butuh waktu 100 hari (3 bulan 10 hari) untuk mengumpulkan data dari semua tenant. Dan biasanya klien jenis ini minta project kelar dalam sebulan.</p>
<p><strong>Incoming Project</strong></p>
<p>Bisa dibilang ini adalah jaminan untuk resign. Setidaknya setelah resign udah langsung ada pendapatan dan kerjaan biar dapur tetap bisa ngebul. Boleh aja ga ada project asal tabungan cukup. Jadi selama nyari project ga perlu khawatir besok mau makan apa. Lebih bagus lagi kalo punya project chaining, yaitu rangkaian project baik yang siap jalan maupun masih menjadi prospek dan dimasukkan dalam Freelance Project Timeline.</p>
<p>Demikian beberapa hal yang menurut gw perlu diperhatikan pada saat memutuskan untuk menjadi Freelance. Kalo ada komentar, tambahan, masukan atau pertanyaan silahkan disebutkan lewat komen atau email.</p>
<p>Semoga bermanfaat. Semangat!</p>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.novanadrian.com/hidup-sebagai-freelancer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>My new roommate</title>
		<link>http://blog.novanadrian.com/my-new-roommate/</link>
		<comments>http://blog.novanadrian.com/my-new-roommate/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 09:27:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Novan Adrian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thoughts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.novanadrian.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa bulan yang lalu temen gw, Rere, menitipkan seekor kucing betina piaraannya ke gw, berhubung dia udah ga bisa lagi memelihara kucing tersebut di kosan nya. Namanya Dede. Umurnya baru beberapa bulan sewaktu dititipkan ke gw. Bulunya agak lebat dan halus mirip anggora, berwarna putih dari kepala sampe ekor. Ada bonus dua buletan abu-abu dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa bulan yang lalu temen gw, <span style="text-decoration: underline;"><a href="http://www.facebook.com/Rere.dian.pebriana">Rere</a></span>, menitipkan seekor kucing betina piaraannya ke gw, berhubung dia udah ga bisa lagi memelihara kucing tersebut di kosan nya. Namanya Dede. Umurnya baru beberapa bulan sewaktu dititipkan ke gw. Bulunya agak lebat dan halus mirip anggora, berwarna putih dari kepala sampe ekor. Ada bonus dua buletan abu-abu dia kepala, mirip tanda  dahi orang yang rajin sholat, sehingga muncul rumor Dede rajin sholat [-_-]&#8216;</p>
<p><span id="more-42"></span></p>
<div id="attachment_56" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://blog.novanadrian.com/wp-content/files/2010/04/IMAGE_362_small.jpg"><img class="size-medium wp-image-56" title="Dede" src="http://blog.novanadrian.com/wp-content/files/2010/04/IMAGE_362_small-300x225.jpg" alt="Juragan Dede" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Juragan Dede</p></div>
<p>Sebenarnya Dede tidak bernasib lebih baik dengan kepindahannya ke kosan gw karena gw masuk kerja pagi dan pulang malam mulai dari Senin sampe Jumat. Jadi gw cuma punya waktu malam hari dan weekend untuk ngurusin Dede. Untuk urusan makanan Dede tergolong bawel. Setiap gw pulang kantor dia udah nongkrongin pintu kamar gw. Kadang baru beberapa langkah sebelum gw mencapai pintu dia udah muncul seolah hapal dengan bunyi sepatu gw. Atau paling telat pas gw mulai masukin kunci ke pintu, bunyi gemerincing gantungan kunci kamar gw bikin dia datang tergopoh-gopoh sambil mengeong. Sekalinya nongol di depan gw, dia bakal mengeong konstan sampe gw nuangin whiskas di tempat makannya. Kadang ngeong nya kedengaran setengah berteriak sambil tengadah ke arah lemari tempat gw naro whiskas, seolah nunjukin kalo dia udah mulai kesel karena gw cuekin. Dede kadang suka laper pagi-pagi, jam 7 dia udah ngeong-ngeong di depan kamar gw. Kalo gw ga buka pintu dia bisa tambah kenceng ngeongnya, persis rentenir lagi nagih utang. Untungnya Dede jarang laper pagi.</p>
<p>Di kosan gw ada beberapa kucing liar jantan dan dua ekor kucing jantan piaraan anak kosan. Jarang ada kucing betina di sekitar kosan gw. Sejauh yang gw pernah liat cuma ada satu kucing liar betina, warnanya item dengan totol-totol kuning dan putih, perawakannya kurus dan kucel. Jelas tidak sebanding dengan Dede. Persaingan yang tidak sehat ini membuat Dede begitu &#8216;laris&#8217; dikalangan para pejantan, seperti Cathy Sharon diantara penyamun. Kalo lagi musim kawin, para pejantan pada pedekate secara bergantian. Suara pemikat betina yang mereka keluarkan bikin gw eneg, rasanya pengen nimpukin para kucing jantan pake sendal kayu yang dipake buat ngambil wudhu di musholla yang ada di gedung-gedung mall ato perkantoran. Sampai akhirnya terdengar raungan miris penderitaan (campur kenikmatan?) dari Dede ketika salah satu dari para bajingan itu berhasil menggagahi Dede. Dan beberapa minggu kemudian Dede pun melenggang di depan kamar gw dengan perut yang membesar.</p>
<p>Menjelang kelahiran buah hati nya Dede mulai melakukan inspeksi pada sudut-sudut kamar gw, berusaha menemukan posisi yang pas untuk bersalin, dan gw pun siap dengan kalkulasi biaya penginapan dan persalinan untuk diserahkan ke Dede (yeah, dia akan rela ngebayar dengan ASI nya. Yaiks!). Setelah beberapa menit ngendus sana sini, seperti nya pilihan jatuh pada lemari pakaian gw dimana bagian bawah nya berisi pakaian-pakaian usang yang bertumpuk sehingga Dede yakin dia bisa bersalin disitu dengan nyaman. Ok, noted. Selepas Dede keluar dari kamar, gw bongkar lemari gw dan mulai menyelamatkan pakaian-pakaian yang masi bisa dipakai dan naro pakaian-pakaian yang udah bener-bener ga kepake buat alas Dede bersalin nantinya.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 330px"><img class=" " title="Proses Kelahiran ketiga" src="http://blog.novanadrian.com/wp-content/files/2010/04/IMG_0041_small.jpg" alt="IMG_0041_small.jpg" width="320" height="426" /><p class="wp-caption-text">Proses Kelahiran ketiga</p></div>
<p>Keesokan siangnya ketika gw udah siap-siap untuk berangkat ke rumah temen gw tiba-tiba Dede ngeloyor masuk kamar dan langsung menuju pojok lemari yang udah gw siapin. Sesaat kemudian Dede mulai mengeong-ngeong ga jelas. Bolak balik keluar masuk lemari. Berbaring dilantai sebentar, trus masuk ke lemari lagi. Tiba-tiba dia mengeong keras, dan sebuah daging merah keluar dari (maap) anus nya. Gw shock, ternyata itu bukan kepala, tapi pantat! Anak si Dede lahir sungsang! Pada erangan berikutnya Dede akhirnya berhasil mengeluarkan bayi pertamanya. Dan dia pun sibuk menjilat si bayi sambil menggigit ari-ari nya.</p>
<p>Gw ga bisa ngikutin proses persalinan sampai tuntas karena gw musti cabut ke tempat temen jadi gw tinggalin Dede dengan anaknya dan jendela kamar sengaja gw biarin terbuka biar Dede bebas keluar masuk kamar. Sekembalinya gw keesokan hari nya, Dede udah ngejoprak dengan empat bayi baru nya yang lucu-lucu dan mereka semua nya berbulu putih. Congratulation Dede!</p>
<p>Btw, sejauh ini Dede udah tiga kali melahirkan. Kelahiran pertama dua ekor, satu putih satu nya abu-abu, dan dua-dua nya hilang entah kemana. Kelahiran kedua juga dua ekor, satu putih satu abu-abu coklat, kali ini yang abu-abu coklat menghilang. Konon ada anak kecil yang ngebawa kabur, tinggal lah satu anak Dede yang tersisa dari kelahiran sebelumnya. Jadi total anak Dede sekarang ada lima ekor, dan kelimanya berbulu putih. Sungguh sangat tidak kreatif! &gt;.&lt;</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 490px"><img class=" " title="Anak dari kelahiran pertama" src="http://blog.novanadrian.com/wp-content/files/2010/04/IMAGE_352_small.jpg" alt="IMAGE_352_small.jpg" width="480" height="360" /><p class="wp-caption-text">Anak dari kelahiran pertama</p></div>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 490px"><img class=" " title="Anak dari kelahiran kedua" src="http://blog.novanadrian.com/wp-content/files/2010/04/IMAGE_005_small.jpg" alt="IMAGE_005_small.jpg" width="480" height="360" /><p class="wp-caption-text">Anak dari kelahiran kedua</p></div>
<div id="attachment_53" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://blog.novanadrian.com/wp-content/files/2010/04/IMAGE_024_small.jpg"><img class="size-medium wp-image-53 " title="Dudu" src="http://blog.novanadrian.com/wp-content/files/2010/04/IMAGE_024_small-300x225.jpg" alt="Anak yang hilang" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Dudu, Anak yang hilang</p></div>
<div id="attachment_54" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://blog.novanadrian.com/wp-content/files/2010/04/IMAGE_025_small.jpg"><img class="size-medium wp-image-54" title="Didi" src="http://blog.novanadrian.com/wp-content/files/2010/04/IMAGE_025_small-300x225.jpg" alt="Didi" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Didi, Anak Dede yang tersisa</p></div>
<p><img src="file:///Users/novan/Pictures/Dede/IMAGE_024.jpg" alt="" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.novanadrian.com/my-new-roommate/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Misteri Yang Terungkap</title>
		<link>http://blog.novanadrian.com/misteri-yang-terungkap/</link>
		<comments>http://blog.novanadrian.com/misteri-yang-terungkap/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 09:02:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Novan Adrian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Music]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.novanadrian.com/posts/34/misteri-yang-terungkap/</guid>
		<description><![CDATA[Postingan gw sebelumnya tentang lagu piano yang misterius mendapat tanggapan yang baik dari temen-temen gw. Ada beberapa dari mereka yang berusaha untuk mencarikan gw judul lagunya dengan menanyakan ke temen-temennya ato menuliskannya pada situs microblogging milik mereka. Ada banyak informasi yang nyebutin kalo lagu tersebut mirip lagunya David Foster sampe gw mutusin untuk mendownload beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a target="_blank" href="http://blog.novanadrian.com/posts/26/lagu-yang-misterius-itu/">Postingan gw sebelumnya</a> tentang lagu piano yang misterius mendapat tanggapan yang baik dari temen-temen gw. Ada beberapa dari mereka yang berusaha untuk mencarikan gw judul lagunya dengan menanyakan ke temen-temennya ato menuliskannya pada situs microblogging milik mereka. Ada banyak informasi yang nyebutin kalo lagu tersebut mirip lagunya David Foster sampe gw mutusin untuk mendownload beberapa lagu David Foster dan ga nemuin satu lagupun yang mirip dengan lagu tersebut. Tapi emang style musik nya mirip dengan David Foster, tapi sepertinya bukan milik David Foster.<span id="more-34"></span></p>
<p>Gw sendiri sempat dapat kabar kalo ternyata lagu tersebut diputar setiap rabu malam di salah satu stasiun radio di Bogor. Salah temen gw yang tinggal di Bogor berinisiatip buat menanyakan judul lagunya langsung ke radio yang bersangkutan. Berdasarkan judul lagu dan composer yang gw dapet, gw langsung search di google dan ternyata salah lagu. Berkat perjuangan temen gw itu yang dengan gigihnya nanyain judul lagu tersebut ke sana sini, akhirnya misteri belasan tahun itu terungkap juga *terharu*.</p>
<p>Lagu tersebut berjudul <a title="Download MP3" href="http://quiltroom.com/jim_brickman___if_you_believe_.mp3"><strong>If You Believe</strong></a> yang di compose oleh <a title="Jim Brickman" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Jim_Brickman" target="_blank"><strong>Jim Brickman</strong> </a>dalam albumnya yang berjudul <strong>By Heart</strong> yang dirilis pada tahun 1995. I started listening to this song in 1996.<br /><img style="max-width: 800px;" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a8/JBrickman_FSTourPhoto.jpg/220px-JBrickman_FSTourPhoto.jpg" /><br />Great thanks to <a title="Ika Setiyawati" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1594202421" target="_blank">Ika Setiyawati</a> atas informasinya.</p>
<div class="zemanta-pixie"><img class="zemanta-pixie-img" alt="" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=8692ccf8-914e-8a8f-b1b6-f7c31f4ec879" /></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.novanadrian.com/misteri-yang-terungkap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
<enclosure url="http://quiltroom.com/jim_brickman___if_you_believe_.mp3" length="2904485" type="audio/mpeg" />
		</item>
		<item>
		<title>Google Wave</title>
		<link>http://blog.novanadrian.com/google-wave/</link>
		<comments>http://blog.novanadrian.com/google-wave/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 08:34:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Novan Adrian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Programming]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.novanadrian.com/posts/29/google-wave/</guid>
		<description><![CDATA[Sekitar dua bulan yang lalu gw sedang ngobrol dengan bos gw soal mobile technology, dimana dia memberikan gambaran ke gw tentang mobile technology ke depannya. I must admit that he has a great vision about technology forecasting beyond any smart people I ever met. &#8220;Pernah denger Google Wave?&#8221; tanya dia pas kami lagi ngebahas raksasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="max-width: 800px; float: none;" src="http://code.google.com/apis/wave/images/wavelogo.png" /><br />Sekitar dua bulan yang lalu gw sedang ngobrol dengan bos gw soal mobile technology, dimana dia memberikan gambaran ke gw tentang mobile technology ke depannya. I must admit that he has a great vision about technology forecasting beyond any smart people I ever met. &#8220;Pernah denger Google Wave?&#8221; tanya dia pas kami lagi ngebahas raksasa industri IT. Gw blank, I have no idea. Gw familiar dengan kata &#8220;weave&#8221; karena gw pernah akrab dengan macromedia dreamweaver dan netweaver studio. Kali ini gw mendengar kata &#8220;wave&#8221; yang melekat pada nama sebuah raksasa IT. Any words that attach to Google always sounds cool <img src='http://blog.novanadrian.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Setelah bertanya langsung pada sang empu aplikasi baru gw agak ngerti apa itu Google Wave.<br /><span id="more-29"></span><br />Menurut situs resminya (http://wave.google.com), Google Wave adalah sebuah terobosan baru dalam online communication and collaboration. Dalam pandangan gw, Google Wave menggabungkan hampir semua aplikasi Google yang ada, seperti <a href="http://www.gmail.com">GMail</a>, <a href="http://www.google.com/talk">GTalk</a>, <a href="http://picasaweb.google.com">Picasa</a>, <a href="http://docs.google.com">Google Docs</a>, <a href="http://maps.google.com">Google Maps</a>, <a href="http://apps.google.com">Google Apps</a> ke dalam satu aplikasi yang dilengkapi dengan &#8220;benang merah&#8221; sehingga setiap aplikasi yang disebut tadi mempunyai keterhubungan dalam suatu rangkaian kejadian yang disebut oleh Google dengan &#8220;Wave&#8221;. User dapat memulai wave dengan membuat apapun menggunakan kombinasi dari aplikasi-aplikasi tersebut dan kemudian mengundang user lain ikut terlibut dalam wave yang baru dibuatnya. Setiap user yang diundang dapat menimpali wave yang diterima dan melihat alur &#8220;gelombang&#8221; yang telah dibuat dengan cara memutar ulang (rewind), memundurkan (backward), maupun memajukan (forward) wave.</p>
<p>Sebagai contoh, user <b>novan</b> memulai wave secara simple dengan hanya mengetikkan kata &#8220;Halo&#8221; dan mengundang <b>boy</b>, <b>rozan</b>, dan <b>felix</b> untuk ikut terlibat dalam wave. Kemudian rozan membalas dengan kata &#8220;Halo Bandung&#8221; sambil menempelkan gambar gedung Sate pada wave balasannya. Dilanjutkan dengan <b>felix</b> yang membalas dengan meletakkan peta gedung Sate menggunakan Google Maps. <b>Boy</b> juga melengkapi wave dengan meletakkan ajakan (Invitation) untuk mengunjungi gedung Sate dan semua user bisa merespon dengan menjawab &#8220;Yes&#8221;, &#8220;No&#8221;, atau &#8220;Maybe&#8221; terhadap invitation yang ditawarkan <b>boy</b>. User <b>novan</b> yang sempat absen dalam beberapa saat dapat melihat perkembangan wave yang dibuatnya mulai dari kata &#8220;Halo&#8221; sampai invitation yang dibuat oleh boy untuk mengunjungi gedung Sate. Disini wave akan terlihat seperti layaknya slideshow sebuah galeri foto.</p>
<p>Semua aktifitas yang dilakukan tersebut dapat dilakukan secara bersama-sama dan real-time. Dimana semua user dapat langsung mengetahui aktifitas yang sedang dilakukan oleh setiap user pada saat dimana aktifitas tersebut sedang berlangsung. Sebagai contoh, pada saat user felix, boy, dan novan sama-sama sedangkan mengetikan sesuatu, ketiganya dapat melihat apa yang sedang diketikkan oleh teman-temannya. Persis seperti  aplikasi <a target="_blank" href="http://www.iagora.com/%7Eespel/ytalk/ytalk.html">ytalk</a> pada sistem operasi Unix/Linux.</p>
<p><img style="max-width: 800px;" src="https://www.google.com/accounts/wave/screenshot.png" /></p>
<p>Pada 30 September 2009 lalu Google Wave telah mulai dipublish kepada 100 pengguna pertama yang telah melakukan subscribe untuk aplikasi ini dan untuk dapat ikut menggunakan aplikasi ini, kita harus di undang oleh orang-orang yang telah memiliki account di google wave.</p>
<div class="zemanta-pixie"><img class="zemanta-pixie-img" alt="" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=ef879534-c2ef-8d50-b2d8-2383cabc3756" /></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.novanadrian.com/google-wave/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tirakat Satu Malam</title>
		<link>http://blog.novanadrian.com/tirakat-satu-malam/</link>
		<comments>http://blog.novanadrian.com/tirakat-satu-malam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Sep 2009 17:25:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Novan Adrian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thoughts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.novanadrian.com/posts/28/tirakat-satu-malam/</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini kugariskan hidupku atas perihal yang ingin ku kenang dan yang tak ingin ku ulang. Disini kutorehkan akumulasi kegeramanku atas serentetan kebodohan yang berhasil kuciptakan. Inilah perwujudan dari kontemplasiku yang tak pernah sempurna. Kuikhlaskan buah dari ikhtiarku menguap seperti butiran keringat yang menghempas gurun karena Dia menginginkannya kembali. Kuizinkan mimpi yang menghadiahiku bahagia dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini kugariskan hidupku atas perihal yang ingin ku kenang dan yang tak ingin ku ulang. Disini kutorehkan akumulasi kegeramanku atas serentetan kebodohan yang berhasil kuciptakan. Inilah perwujudan dari kontemplasiku yang tak pernah sempurna.<br />
<span id="more-28"></span><br />
Kuikhlaskan buah dari ikhtiarku menguap seperti  butiran keringat yang menghempas gurun karena Dia menginginkannya kembali. Kuizinkan mimpi yang menghadiahiku bahagia dan perih untuk tidak pernah menjadi kenyataan. Kumaafkan semua pihak termasuk diriku sendiri, yang berkonstribusi dalam menyakitiku dan membuat kutukanku mengalir atas ketololanku, demi membasuh luka yang hampir membuatku percaya bahwa Dia sedang bermain kejam denganku.  Tundukku pada rencana Sang Pembolak Balik Hati yang selalu penuh tanda tanya besar, walaupun ketetapan Nya sempat menuai protesku.</p>
<p>Demi air mata ibunda yang tumpah pada hari ini aku bersumpah untuk menjadikannya bangga atas setiap hela nafas yang dia habiskan untuk menyebut namaku. Tetap dengan caraku. Cara yang tak pernah dia mengerti. Cara yang hanya aku dan orang-orang yang bersedia melihat jalan pikiranku dari sudut yang berbeda yang bisa memahaminya.</p>
<p>Hari ini kuletakkan apa yang menjadi itikadku kedepan agar kalian, orang-orang yang mengagungkan kepedulian, berhenti menghakimi apa yang kutinggalkan.</p>
<div class="zemanta-pixie"><img class="zemanta-pixie-img" alt="" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=1befa0ab-52d0-8652-856b-ff2c3682160a" /></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.novanadrian.com/tirakat-satu-malam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lagu yang misterius itu</title>
		<link>http://blog.novanadrian.com/lagu-yang-misterius-itu/</link>
		<comments>http://blog.novanadrian.com/lagu-yang-misterius-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 15:25:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Novan Adrian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[aceh]]></category>
		<category><![CDATA[banda]]></category>
		<category><![CDATA[flamboyan]]></category>
		<category><![CDATA[instrument]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[piano]]></category>
		<category><![CDATA[radio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.novanadrian.com/posts/26/lagu-yang-misterius-itu/</guid>
		<description><![CDATA[Di kota asal gw (Banda Aceh) ada sebuah radio yang namanya Flamboyan dengan frekuensi 105,1 FM. Adalah kebiasaan dari radio yang satu ini memainkan lagu instrumen piano setiap sebelum dan sesudah azan. Waktu itu gw masi kelas 1 SMA pas pertama kali denger tu lagu diputer oleh Flamboyan. Gw rada penasaran ama niy lagu, judul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di kota asal gw (Banda Aceh) ada sebuah radio yang namanya Flamboyan dengan frekuensi 105,1 FM. Adalah kebiasaan dari radio yang satu ini memainkan lagu instrumen piano setiap sebelum dan sesudah azan. Waktu itu gw masi kelas 1 SMA pas pertama kali denger tu lagu diputer oleh Flamboyan.<br />
<span id="more-26"></span></p>
<p>Gw rada penasaran ama niy lagu, judul nya apa? sapa yang ciptain? Maxut nya pengen nyari kaset / CD / MP3 nya gitu, satu album nya pasti enak2 niy, pikir gw. Pernah sekali gw coba nanyain langsung ke orang radio nya tapi aneh nya mereka satu pun ga ada yang taw. Ada yang bilang mungkin itu lagu nya david foster, ada yang bilang itu lagu ciptaan anak aceh juga yang konon bernama Mickey (Mouse?). Ntah lah, bahkan sampe sekarang pun ga ada yang taw judul dan composer nya.</p>
<p>Kata pertama yang terlintas di pikiran gw pas dengerin tu lagu adalah &#8220;so sweet&#8221; <img src='http://blog.novanadrian.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  gw langsung jatuh cinta ma tu lagu, sampe gw rekam ke kaset dan gw ulik, dan jadilah itu satu2 nya lagu instrumen piano yang bisa gw maenin ampe sekarang ahahaha (bego *getok diri sendiri*).. Dibawah ini ada rekaman lagu nya, kalo ada yang taw apa judul lagu dan pencipta nya dimohon dengan sangat untuk memberi tahu saia. Makasih.</p>
<div class="youtube-video"><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" width="425" height="355"><param name="wmode" value="transparent"></param><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/8qVLebSYqTM"></param><embed type="application/x-shockwave-flash" src="http://www.youtube.com/v/8qVLebSYqTM" wmode="transparent" width="425" height="355"></embed></object></div>
<p><strong>Last update:</strong><br />
Setelah melalui proses pencarian yang panjang dan melelahkan akhirnya nemu juga judul lagu dan composer nya. Lagu ini berjudul <a title="Download MP3" href="http://quiltroom.com/jim_brickman___if_you_believe_.mp3"><strong>If You Believe</strong></a> yang di compose oleh <a title="Jim Brickman" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Jim_Brickman" target="_blank"><strong>Jim Brickman</strong> </a>dalam albumnya yang berjudul <strong>By Heart</strong> tahun 1995.<br />
Great thanks to <a title="Ika Setiyawati" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1594202421" target="_blank">Ika Setiyawati</a> atas informasinya.</p>
<div class="zemanta-pixie"><img class="zemanta-pixie-img" alt="" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=07f579e0-33be-845d-919b-b493624ed25f" /></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.novanadrian.com/lagu-yang-misterius-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
<enclosure url="http://quiltroom.com/jim_brickman___if_you_believe_.mp3" length="2904485" type="audio/mpeg" />
		</item>
		<item>
		<title>Sebuah Wawancara</title>
		<link>http://blog.novanadrian.com/sebuah-wawancara/</link>
		<comments>http://blog.novanadrian.com/sebuah-wawancara/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 11:07:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Novan Adrian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kapuk Valley]]></category>
		<category><![CDATA[Thoughts]]></category>
		<category><![CDATA[interview]]></category>
		<category><![CDATA[kapuk]]></category>
		<category><![CDATA[majalah]]></category>
		<category><![CDATA[Network]]></category>
		<category><![CDATA[valley]]></category>
		<category><![CDATA[wawancara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.novanadrian.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Oh tidak, gw bukan sedang nyari gawean baru. Kebetulan gw udah nyaman dengan kantor gw yang sekarang. Ini adalah wawancara dengan orang dari sebuah majalah (bukan dari majalah lifestyle tentunya) yang kebetulan tertarik dengan crita tentang kapuk valley (okeh, isi situs nya emang mengecewakan. tapi masalahnya hal yang menarik di kaval itu justru datang dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oh tidak, gw bukan sedang nyari gawean baru. Kebetulan gw udah nyaman dengan kantor gw yang sekarang. Ini adalah wawancara dengan orang dari sebuah majalah (bukan dari majalah lifestyle tentunya) yang kebetulan tertarik dengan crita tentang <a href="http://www.kapukvalley.net">kapuk valley</a> (okeh, isi situs nya emang mengecewakan. tapi masalahnya hal yang menarik di kaval itu justru datang dari kondisi offline!). Walaupun di blog gw ada kategori <em>Kapuk Valley</em> tapi ironisnya gw blum pernah crita tentang apa itu <em>Kapuk Valley</em>. Next post aja lah yah. Berikut cuplikan wawancara dengan sang reporter..<br />
<span id="more-22"></span><strong>1. Mohon dijelaskan apa yang telah dan sedang dilakukan kak Novan berkaitan dengan pengembangan jaringan lokal yang sedang dirilis?</strong></p>
<p>Perlu dicatet bahwa segala bentuk pengembangan di kapuk valley tidak semuanya dilakukan oleh gw. sebagian besar merupakan hasil kreatifitas dan kerja keras member2 kapuk valley sendiri.</p>
<ul>
<li>kapuk valley saat ini sudah mempunyai kurang lebih 7 dedicated server yang fungsinya sebagai domain server, message communication server, web server, file server, network management server, internet gateway server ,dan tidak ketinggalan: game server, hehehe..</li>
<li>kapuk valley saat ini hanya mengandalkan kabel sebagai media penghubung dan berhubung perangkat wireless semakin murah jadi kemungkinan untuk kedepannya kapuk valley akan menggunakan perangkat wireless sebagai media penghubung.</li>
<li>kapuk valley juga berencana untuk membangun redundant server (khusus nya domain server) untuk menciptakan high availability system bagi kapuk valley.</li>
</ul>
<p><strong>2. Apa yang pertama kali melatarbelakangi hal tersebut (no 1)?</strong></p>
<ul>
<li>Awalnya kapuk valley cuma punya satu dedicated server untuk berbagai layanan, karena makin lama aktifitas jaringan kapuk valley makin tinggi maka dibangunlah beberapa dedicated server lagi dengan layanan khusus.</li>
<li>Media wireless digunakan karena mengingat ada banyak calon workgroup baru yang posisinya cukup jauh untuk dijangkau oleh jaringan kapuk valley.</li>
<li>Redundant server dibangun untuk mengatasi network yang tidak stabil dan sering terputus karena berbagai hal sehingga warga kapuk valley tetap bisa menikmati fasilitas kapuk valley walaupun dalam kondisi network splitted / disconnected.</li>
</ul>
<p><strong>3. Bisakah diceritakan secara runut dari awal bagaimana kak Novan bisa seperti sekarang ini?</strong></p>
<p>Dulu itu (sekitar tahun 2001) critanya cuma pengen menghubungkan dua kosan aja untuk kebutuhan tugas kuliah, biar lebih cepet dan efisien aja dari pada harus bawa2 disket (dulu flashdisk masih termasuk barang mewah) yang rentan dan gampang rusak. Selain itu juga biar bisa maen game multiplayer dengan temen2 dari kosan seberang. Trus ternyata dari kosan2 sekitar ada juga yang tertarik untuk bergabung. Ada sekitar 6 kosan yang tergabung dalam satu network pada waktu itu. Pada titik ini, aktifitas jaringan mulai padat. Lebih dari sekedar game multiplayer dan tugas kuliah, tapi juga chatting, forum diskusi, file sharing, bahkan hacking/cracking.</p>
<p>Terinsipirasi dari ide pak Made Wirayana dengan Depok Valley nya, kami sepakat membentuk komunitas kapuk valley berikut kepengurusannya (sekitar november 2002) supaya kapuk valley bisa lebih terawat dan bisa lebih serius pengembangannya. Kosan-kosan yang tadinya tidak berminat bergabung akhirnya tertarik untuk bergabung walaupun mereka harus dikenakan biaya administrasi sebesar Rp. 25.000, ini karena kapuk valley dinilai mulai menunjukkan adanya manfaat bwat mereka. Mulailah jumlah member dan kosan yang bergabung membludak. Jaringan kapuk valley pun jadi makin gede, dan juga makin tinggi aktifitas jaringannya. Perombakan infrastruktur pun dilakukan. Kabel BNC diganti dengan kabel UTP, hub diganti dengan switch yang bandwidth nya lebih besar. Semua perbaikan maupun pengembangan infrastruktur dilakukan dengan memanfaatkan biaya administrasi tadi.</p>
<p>Kalo diitung-itung, jumlah member yang bergabung itu rata2 150 orang per tahun nya dan hingga saat ini kapuk valley telah mempunyai member sekitar 900 orang dengan jumlah kosan yang terhubung sekitar 70 kosan (lebih lengkap nya bisa dilihat di peta kapuk valley di http://www.kapukvalley.net)</p>
<p><strong>4. Adakah kendala2 yang dihadapi?</strong></p>
<p>Kendala utama kapuk valley adalah petir, dimana dengan sekali dentuman nya maka banyak switch dan komputer yang jadi korban. Pernah sekali terjadi, seluruh switch sentral (switch yang digunakan untuk menghubungkan beberapa kosan yang saling berdekatan) rusak total karena petir.</p>
<p>Kendala berikutnya adalah masih banyak warga sekitar yang menganggap dimana ada kabel maka disitu ada listrik sehingga ga jarang kapuk valley mendapat penolakan dari warga sekitar (khususnya pemilik kosan) saat akan melakukan instalasi / perbaikan / pengembangan infrastruktur. Bahkan ada juga yang dengan sengaja memotong kabel yang digunakan kapuk valley. Atau bisa disimpulkan kapuk valley mengalami kesulitan untuk melakukan sosialisasi jaringan komputer ke warga sekitar maupun warga pendatang yang ngekos disitu yang umumnya adalah mahasiswa. Tapi ada juga dari warga sekitar yang bergabung dengan kapuk valley sehingga sangat membantu dalam sosialisasi kapuk valley ke warga sekitar lainnya. Inilah yang membuat kapuk valley lebih diterima oleh warga, bahkan pak lurah pondok cina juga ikut bergabung dengan kapuk valley.</p>
<p>Kendala lainnya adalah dana. Kapuk valley selama ini cuma mengandalkan biaya administrasi sehingga segala bentuk pengembangan di kapuk valley harus ekonomis, ditambah lagi harus adanya budget yang disiapkan untuk menghadapi resiko petir tiap tahun nya atau kabel rusak. Kondisi kas yang pas-pasan ini bikin kapuk valley susah untuk menargetkan pengembangan infrastruktur yang layak untuk sebuah jaringan yang besar.</p>
<p><strong>5. Apa hal2 menyenangkannya?</strong></p>
<p>Banyak!<br />
Kapuk valley itu bener2 komunitas yang menyenangkan. kebanyakan hal yang menyenangkan bagi mahasiswa itu adalah bisa ngobrol dengan sekampus yang kosan nya terpisah jauh, bisa maen multiplayer tanpa harus nongkrong di game center, bisa browsing internet tanpa harus cape2 jalan ke warnet, bisa diskusi dan belajar bareng dari kamar masing2, dan masih banyak lagi.</p>
<p>Disamping itu kapuk valley juga bisa jadi tempat ajang biro jodoh <img src='http://blog.novanadrian.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> ) sampe hari ini tercatat sudah ada 5 pasangan member kapuk valley yang sudah / akan menikah. selebih nya cuma sampe pacaran doank.</p>
<p><strong>6. Bagaimana tanggapan pihak2 lain, misalnya pemerintah daerah setempat, penduduk sekitar, para member Kaval, mahasiswa bahkan dosen yang mengajar pada perguruan tinggi setempat, dsb.?</strong></p>
<p>Ini pertanyaan nya kok agak rancu yah? tanggapan pihak lain terhadap kapuk valley maxut nya?<br />
kalo dari member kapuk valley sendiri mereka seneng dan bangga jadi member kaval. Member kaval ga cuma mahasiswa, tapi juga dosen, warga setempat, bahkan pak lurah. Secara umum, kapuk valley mulai diterima dengan baik walaupun masih ada yang belum setuju dengan ada nya jaringan komputer di lingkungan mereka. Cuma sayangnya, sampe saat ini kapuk valley belum mendapatkan dukungan dari institusi pendidikan yang ada di sekitar kapuk valley, walaupun beberapa dosen dari institusi tersebut ada yang menjadi member kapuk valley.</p>
<p><strong>7. Bagaimana upaya kak Novan untuk mengembangkan bukan saja bisnis pribadi tp juga mengembangkan jaringan lokal agar semakin berkembang luas dan berguna bagi masyarakat luas?<br />
</strong><br />
Btw, gw ga punya bisnis pribadi <img src='http://blog.novanadrian.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /><br />
Tapi memang agak sulit untuk mengembangkan kapuk valley sambil nyari makan (gawe. red), jadi ada yang namanya pengurus kapuk valley yang anggota nya kebanyakan mahasiswa yang masi punya banyak waktu luang untuk mengembangkan dan merawat kapuk valley.</p>
<p><strong>7. Apa harapan kak Novan selanjutnya?</strong></p>
<p>Harapan gw, semoga kapuk valley ini bisa bener2 membantu untuk mewujudkan Depok Valley (seperti idenya pak made wiryana dulu), dan semoga bakal ada &#8220;kapuk valley&#8221;2 lain yang bermunculan untuk akhirnya membentuk indo valley (kalo aja misalnya nanti biaya koneksi IIX udah digratiskan <img src='http://blog.novanadrian.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  )</p>
<p><strong>8. Boleh tahu kak, apa cita2 kak Novan ketika kecil dulu?</strong></p>
<p>Waduh, dah lupa gw. kalo ga salah dulunya (disuruh) pengen jadi dokter <img src='http://blog.novanadrian.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Okeh, segitu doank wawancara nya. Thanks to x412y_pm yang udah peduli dengan kapuk valley <img src='http://blog.novanadrian.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  dan juga bwat <a title="Mawaddah Yahya" href="http://www.bintangkecil.web.id" target="_blank">wawa</a> yang udah mengantar sang reporter ke gw <img src='http://blog.novanadrian.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.novanadrian.com/sebuah-wawancara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Brand new!</title>
		<link>http://blog.novanadrian.com/new-place/</link>
		<comments>http://blog.novanadrian.com/new-place/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 16:24:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Novan Adrian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thoughts]]></category>
		<category><![CDATA[abrarhost]]></category>
		<category><![CDATA[ardhosting]]></category>
		<category><![CDATA[cyber]]></category>
		<category><![CDATA[hosting]]></category>
		<category><![CDATA[server]]></category>
		<category><![CDATA[singapore]]></category>
		<category><![CDATA[space]]></category>
		<category><![CDATA[web]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.novanadrian.com/posts/19/new-place/</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang baru dari situs ini? Ok, secara tampilan (yang itu-itu muluokeh, gw &#8220;ganti baju&#8221; jugak lah) mungkin ga keliatan. Dibalik tampilan juga ga ada yang berubah. Cuma sekarang &#8220;tongkrongan&#8221; nya aja yang pindah ke tempat baru. Yup, gw baru aja mindahin space hosting dari abrarhost ke ardhosting. Kenapa pindah? Abrarhost jelek kah? Ya ga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang baru dari situs ini? Ok, secara tampilan (<span style="text-decoration: line-through;">yang itu-itu mulu</span>okeh, gw &#8220;ganti baju&#8221; jugak lah) mungkin ga keliatan. Dibalik tampilan juga ga ada yang berubah. Cuma sekarang &#8220;tongkrongan&#8221; nya aja yang pindah ke tempat baru.<br />
<span id="more-19"></span></p>
<p>Yup, gw baru aja mindahin space hosting dari <a href="http://www.abrarhost.com" target="_blank">abrarhost</a> ke <a href="http://www.ardhosting.com" target="_blank">ardhosting</a>. Kenapa pindah? Abrarhost jelek kah? Ya ga juga. Emang dari dulu gw udah kepikiran pengen pindah ke hosting asuhan bang ucup ini, berhubung ardhosting ini suka ngasi diskon khusus bwat orang-orang yang suka nongkrong di <a href="http://www.godote.com/forum">forum godote</a> (<span style="text-decoration: line-through;">sayang forum nya lagi mati, hiks</span>forumnya udah ganti nama jadi <a title="Massive Lab" href="http://www.massivelab.com/forum/">massive lab</a>).</p>
<p>Kenapa memilih ardhosting? Karena ardhosting salah satu (mungkin satu-satunya) yang menyediakan layanan hosting dengan lokasi server di singapore. Jadi ini semacam jalan tengah untuk website yang gampang diakses baik dari lokal maupun dari luar.</p>
<p>Yah, walaupun ping time nya masi jauh dari ping time server yang berlokasi di gedung cyber, tapi setidaknya untuk proses upload masi lebih cepet dari server yang berlokasi di US nan jauh disono.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.novanadrian.com/new-place/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

