Apple in My Life

Standard

Gue bukan Apple fanboy dan gue juga tidak membenci PC. Tiga tahun belakangan ini gue hampir tidak pernah menggunakan PC. Baru 3 bulan terakhir gue kembali menggunakan PC untuk membagi fokus kerja. Berhubung tempat gue kerja sekarang memberikan PC, jadi rasanya sayang aja kalo ga dimanfaatkan. Tulisan gue kali ini mengenai pengalaman gue sebagai pengguna PC yang beralih ke Mac.
Continue reading

Dongeng Lembah Kapuk

Standard

Mungkin banyak dari kalian yang tidak paham dengan apa yang tertuang disini. Dongeng tentang sebuah lembah yang membuat cara komunikasi segelintir orang berubah. Inilah tulisan tentang sebuah lingkungan tempat  gue tumbuh selama satu dekade yang hadir sebagai muara bagi pertanyaan “Apa itu Kapuk Valley dan apa keistimewaannya?”. Peringatan: tulisan ini banyak sekali menggunakan istilah-istilah dalam jaringan komputer.
Continue reading

Hidup Sebagai Freelancer

Standard

Mengapa Freelance? Apa yang salah dengan menjadi pegawai yang setiap bulan terima gaji walaupun sedang tidak ada kerjaan? Entah bagaimana dengan Freelancer yang lain, cuma gw sempat merasa konyol menjadi pegawai sewaktu menerima side job yang cuma butuh waktu dua minggu tapi fee nya hampir sama dengan gaji sebulan.

Jangan salah, diawal karir menjadi pegawai gw pernah berada di posisi dimana gw lebih mementingkan pengetahuan dan pengalaman, uang bukan masalah. Tapi sekarang bagi gw ada yang jauh lebih penting dan berharga dari pengetahuan dan pengalaman. Uang? Bukan, tapi KEBEBASAN. Freelance bisa memberikan kebebasan yang tidak bisa didapatkan pada saat menjadi pegawai. Freelance tidak mengenal tempat dan waktu kerja. There’s no nine-to-six, there’s no cubicle. Tidak ada batasan. Bisa kerja jam 8 pagi sambil tiduran dikasur atau jam 4 sore sambil nikmatin latté vanilla hangat di salah satu sudut café.

Tapi apakah menjadi Freelancer selalu seindah itu? Tidak juga, setidaknya ada beberapa hal yang HARUS diperhatikan untuk menjadi Freelancer.

Continue reading

My new roommate

Standard

Beberapa bulan yang lalu temen gw, Rere, menitipkan seekor kucing betina piaraannya ke gw, berhubung dia udah ga bisa lagi memelihara kucing tersebut di kosan nya. Namanya Dede. Umurnya baru beberapa bulan sewaktu dititipkan ke gw. Bulunya agak lebat dan halus mirip anggora, berwarna putih dari kepala sampe ekor. Ada bonus dua buletan abu-abu dia kepala, mirip tanda dahi orang yang rajin sholat, sehingga muncul rumor Dede rajin sholat [-_-]’

Continue reading