<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>The digital mind of Novan Adrian &#187; Works</title>
	<atom:link href="http://blog.novanadrian.com/posts/category/works/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.novanadrian.com</link>
	<description>i am what i wanna me to be</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 Apr 2010 10:02:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Sangkuriang Session</title>
		<link>http://blog.novanadrian.com/posts/15/sangkuriang-session/</link>
		<comments>http://blog.novanadrian.com/posts/15/sangkuriang-session/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Feb 2008 23:25:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nope</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thoughts]]></category>
		<category><![CDATA[Works]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.novanadrian.com/posts/15/sangkuriang-session/</guid>
		<description><![CDATA[First of all, gw maw ngucapin slamet bwat temen sekantor gw, yulia alias Maki (Mama Kintan) yang baru aja launching baking site nya. jujur, gw kagum banget ama ini orang. dia punya 3 pekerjaan yang di lakukan secara concurrent: pegawai kantor, ibu rumah tangga, baker, DAAAAN.. blogger. Btw, speed nge-blog nya bisa mencapai 4 ppd]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>First of all, gw maw ngucapin slamet bwat temen sekantor gw, <a href="http://mamakintan.blogspot.com">yulia alias Maki (Mama Kintan)</a> yang baru aja launching <a href="http://www.makicakes.com">baking site</a> nya. jujur, gw kagum banget ama ini orang. dia punya 3 pekerjaan yang di lakukan secara concurrent: pegawai kantor, ibu rumah tangga, baker,  DAAAAN.. blogger. Btw, <em>speed</em> nge-blog nya bisa mencapai 4 ppd (posting per day, bukan patas <img src='http://blog.novanadrian.com/images/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#45;&#112;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#112;' /> ). Heran, kok gw susah bener nulis blog yah, sampe blog gw pun menderita &#8220;hibernate&#8221; gini kayak gw. hhhh&#8230;<img src='http://blog.novanadrian.com/images/smilies/yahoo_worried.gif' alt='&#58;&#45;&#83;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#83;' /> lu makan apa siy yul? <img src='http://blog.novanadrian.com/images/smilies/yahoo_think.gif' alt='&#58;&#45;&#63;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#63;' /></p>
<p>Okeh, gw maw nge-dongeng dulu. Sekarang kerjaan gw udah kembali normal, setelah sebelumnya sekitar 6 bulan &#8220;puasa coding&#8221; karena tiap hari harus ke client &#8220;cuma&#8221; bwat meeting seharian. Gw mulai nikmatin lagi nature gw sebagai programmer, lalu tiba2 atasan gw dengan ajaib nya nunjuk gw sebagai manager divisi solution architect &amp; research lengkap dengan tasklist yang seukuran kuda nil, sukurnya sekarang kuda nil nya udah se gede kambing dan siap di kurban. And then, here comes the second *boom*: dua project kuda nil lain (dari habitat yang berbeda) yang tadinya &#8220;hibernate&#8221; selama setahun tiba2 aja bangun dan bikin panik tim yang lagi sibuk dengan kambing2 nya (ada kucing binal juga siy, alias imut ngegemesin tapi kadang suka nyakar). dua project pun jalan dengan deadline 3 bulan terhitung mulai dari Desember 2007. So, mulai dari desember 2007 hingga berikutnya yang terjadi adalah, kambing2 di iket di pohon (sebagian lagi terlantar dan nyari rumput suka suka) dan seluruh tim menggembala dua ekor kuda nil sekaligus.<br />
<span id="more-15"></span></p>
<p>Sebenarnya dua project ini bukan project baru, tapi enhancement dari project lama tapi dengan menggunakan teknologi baru, dimana versi lama PL/SQL based dan versi baru Java based. Sebagian besar item pekerjaan nya juga tinggal &#8220;copy-paste&#8221; dari project2 yang ada ataw dari project yang mirip. Dan dari kedua project ini yang bikin gw panik seminggu belakangan justru bukan masalah konversi dari PL/SQL ke Java. Kedua project tersebut punya Web based GUI (Graphical User Interface). Kalo untuk urusan web maka biasanya tim menggunakan Apache Tomcat Servlet, tapi atasan gw dengan cerdas nya memerintahkan untuk membuat Servlet Container sendiri, from scratch! Alasannya cukup simple: optimasi penggunaan object. Untung Beliau sempet bikin working-prototype nya, dan selanjutnya menjadi tugas divisi gw bwat mengembangkannya hingga bener2 aman untuk digunakan pada lingkungan operasional. Binatang ini diberi nama: Wadah Serbet (plesetan Servlet Container). Btw, Servlet container dari tomcat emang berisi ratusan object untuk keperluan yang generic (umum) sementara aplikasi yang dibuat cuma perlu <em>beberapa </em>object aja (belakangan gw baru taw kalo <em>beberapa</em> itu tidak se-<em>beberapa </em>yang gw bayangkan).</p>
<p>Demi menghemat waktu, gw campakkan idealisme dan mulai ngebongkar source code <a href="http://winstone.sourceforge.net">winstone</a> yang gw anggap cukup stabil dan lebih mudah di pelajari ketimbang tomcat / jetty / dll. Sesekali gw ngelongo ngeliat source code nya karena trus terang pengetahuan gw tentang best practice OOP di java rada minim maka dengan gerakan pelan dan mata nanar (jam 5 pagi. red) gw coba ngikutin algoritma winstone dan berhasil memetakan beberapa object di winstone ke wadah serbet yang sekarang udah bisa memproses request lengkap dengan session dan cookie.</p>
<p>Alarm: 18 Februari internal test, dan 28 Februari UAT. Mampus gw! &gt;.&lt;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.novanadrian.com/posts/15/sangkuriang-session/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SE-AM-less Integration</title>
		<link>http://blog.novanadrian.com/posts/12/se-am-less-integration-2/</link>
		<comments>http://blog.novanadrian.com/posts/12/se-am-less-integration-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 May 2007 04:42:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nope</dc:creator>
				<category><![CDATA[Works]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.novanadrian.com/posts/12/se-am-less-integration-2/</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini gw memegang dua posisi pekerjaan di kantor gw, Software Engineer (SE) dan Account Manager (AM). Terus terang, menjalankan dua pekerjaan sekaligus bukan hal yang mudah bwat gw. Selalu harus ada salah satu yang mengalah karena SE dan AM adalah dua hal yang jauh berbeda. Satunya sangat bersifat teknikal dan satunya cenderung bergumul dengan]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini gw memegang dua posisi pekerjaan di kantor gw, <em>Software Engineer</em> (SE) dan <em>Account Manager</em> (AM). Terus terang, menjalankan dua pekerjaan sekaligus bukan hal yang mudah bwat gw. Selalu harus ada salah satu yang mengalah karena SE dan AM adalah dua hal yang jauh berbeda. Satunya sangat bersifat teknikal dan satunya cenderung bergumul dengan hal-hal administratif. Bener-bener kontras.</p>
<p><span id="more-12"></span>
<p>Gw pribadi ga ngerasa keberatan dengan dua pekerjaan sekaligus ini, bahkan jadi tantangan tersendiri karena gw terbiasa dengan hal-hal teknis dan sekarang gw harus berhadapan dengan pekerjaan yang agak jauh dari teknis. Sejalan dengan hal ini, gw mulai berpikir untuk tidak berakhir sebagai seorang programmer. Bukan karena ada yang salah dengan menjadi seorang programmer. Tapi ini lebih kearah pergeseran pemikiran, dari pemikiran teknis menjadi pemikiran strategis, dari <em>implementor</em> menjadi <em>conceptor</em>, yang oleh dirut gw disebut sebagai <em>pergeseran ke posisi yang lebih mulia</em>.</p>
<p>
<p>Sisi baiknya dari <em>SE-AM-less Integration</em> ini adalah sekarang gw bisa menikmati yang namanya tunjangan, dimana gw ga perlu lagi mikirin pulsa handphone gw karena udah ditanggung kantor, ga perlu repot-repot lagi ngopi kerjaan gw ke flash disk bwat gw kerjain di kosan karena sekarang ada sony vaio yang bisa ngebawa pekerjaan gw kemana aja gw pergi. Tapi yang lebih menyenangkanlagi menurut gw adalah gw ga harus berhadapan lagi dengan begitu banyak detil yang membingungkan dan lebih banyak berpikir tentang konsep.</p>
<p>
<p>However, I love my jobs. Ganbatte Nope! ^o^</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.novanadrian.com/posts/12/se-am-less-integration-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Desperado Programmers at Banjarmasin</title>
		<link>http://blog.novanadrian.com/posts/7/desperado-programmers-at-banjarmasin/</link>
		<comments>http://blog.novanadrian.com/posts/7/desperado-programmers-at-banjarmasin/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Jan 2007 04:01:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nope</dc:creator>
				<category><![CDATA[Works]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.novanadrian.com/posts/7/desperado-programmers-at-banjarmasin/</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini gw dan 2 orang temen kantor sedang ada tugas di Banjarmasin terkait project dengan salah satu klien kantor. Kami menginap di hotel berjudul VICTORIA. Sepintas hotel ini kelihatan seperti rangkaian ruko bertingkat tiga yang keliatannya seperti hotel murahan, tapi ternyata tampak luarnya berbeda banget dengan isinya. Kalo dilihat dari interiornya, hotel ini sama]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini gw dan 2 orang temen kantor sedang ada tugas di Banjarmasin terkait project dengan salah satu klien kantor. Kami menginap di hotel berjudul VICTORIA. Sepintas hotel ini kelihatan seperti rangkaian ruko bertingkat tiga yang keliatannya seperti hotel murahan, tapi ternyata tampak luarnya berbeda banget dengan isinya. Kalo dilihat dari interiornya, hotel ini sama sekali gak mencerminkan hotel murahan. Harga kamarnya aja sekitar 400-an ribu permalam.</p>
<p><span id="more-7"></span>Andalan dari hotel ini adalah River View, yaitu pemandangan sungai yang terletak persis dibelakang hotel tersebut. Yahh, kalo dibandingkan dengan Beach View jelas gak ada apa-apanya. River View menampilkan pemandangan sungai dengan pemukiman penduduk dipinggirnya dan juga lalu lintas perahu yang digunakan untuk menyeberang dari satu sisi ke yang lainnya. Fasilitas kamar yang disediakan juga cukup memadai, ada lemari pakaian, shower, tv cable, 2 bed, dan mini bar (kulkas berisi minuman ringan). Hotel ini juga dilengkapi dengan fasilitas hotspot dengan  tarif Rp. 15.000 per jam, cuma sayang sinyalnya gak cukup kuat untuk diakses melalui kamar, jadi kalo mau internetan musti turun ke lobby dulu.</p>
<p>Cukup dengan promosi hotelnya. Sebenarnya kerjaan kami disini cukup simple: cuma memastikan suatu mesin bernama HLR (Home Location Register) bisa menerima serangkaian perintah dari third party software. Seharusnya hal ini bisa dilakukan secara jarak jauh (remote), tapi berhubung mesin tersebut belum terhubung dengan kantor pusat di Jakarta jadi untuk testing harus dilakukan ditempat (on-site). Vendor mesin ini berasal dari China, dan untuk proses testing ini sendiri melibatkan orang-orang dari China. Ada dua kendala yang kami hadapi selama masa testing ini. Pertama adalah bahasa, bahasa inggris mereka susah untuk dimengerti karena pengucapannya bercampur aduk dengan dialek mandarin yang kental. Dan yang kedua, ketidaksiapan dari mesin HLR itu sendiri yang membuat waktu testing menjadi molor, dari yang direncanakan cuma 2 hari menjadi 4 hari dan belum juga selesai sampai tulisan ini dibuat. Kami merencanakan untuk memperpanjang masa tinggal selama 2 hari dan apabila selama waktu tersebut testing belum juga selesai kami terpaksa meninggalkan Banjarmasin dengan hasil testing seadanya.</p>
<p><img width="386" height="289" title="Telkom STO Centrum Banjarmasin" alt="Telkom STO Centrum Banjarmasin" src="http://farm1.static.flickr.com/140/348778695_525156fa15.jpg?v=0" /></p>
<p>Terus terang, kami gak begitu betah berada di Banjarmasin. Gak tau kenapa, mungkin karena cuaca yang panas dan sedikitnya tempat nongkrong yang menyenangkan bwat ngilanging stres, lagipula kami gak punya cukup waktu bwat keliling kota Banjarmasin sekedar untuk nyari tempat-tempat bagus untuk dikunjungi atau nyari souvenir yang bisa dibawa pulang bwat oleh-oleh. Belum lagi ada isu yang bilang kalo Banjarmasin masi kental dengan mistik. Menurut cerita salah satu temen kantor, pernah ada seorang reporter dari salah satu perusahaan tv yang datang ke banjarmasin untuk meliput dan tidak kembali ke Jakarta karena terkena pelet, hwahwahwahwa.. spooky! <img src='http://blog.novanadrian.com/images/smilies/yahoo_neutral.gif' alt='&#58;&#124;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#124;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.novanadrian.com/posts/7/desperado-programmers-at-banjarmasin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
