Waktu itu kira-kira jam 4 sore, waktunya bwat break sebelum magrib. Temen sebelah meja duduk melingker dengan muka kusut dan pandangan ga lepas dari monitor. “Apaan tu?”, tanya gw. “Teka teki”, jawabnya singkat sambil pandangan ga lepas dari monitor. Pertama kali yang nongol di pikiran gw adalah sebuah buku tipis dengan gambar cewe seksi sebagai covernya yang isinya kotak-kotak persegi yang disusun rapi dan diselingi dengan kotak-kotak blok berwarna item yang kalo dari jauh keliatan seperti gigi busuk. Gw ikut ngeliat monitor. Dem, it’s online, namanya tktq+. Gw buka di komputer gw dan untuk 8 jam ke depan gw ikut terpaku didepan monitor, just like him.

Read the rest of this entry »